WARISAN RASUL
Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk (Mrk. 16,15-18). Perutusan yang diberikan oleh Yesus sebelum Ia naik ke surga, dilaksanakan oleh Paulus secara nyata. Ia keluar dari tanah Yahudi, menjelajahi kota dan dusun di Asia Kecil, menyeberang ke Eropa, sampai ke Roma, pusat dunia yang dikenal pada waktu itu. 1. Warisan Paulus. Seluruh dunia menjadi ladang pemberitaan Injil, dan rasul belum akan beristirahat sebelum segala makhluk mendapat pewartaan kabar gembira. Jikalau dunia semakin meluas ke Barat, ke Timur, sejak zaman Paulus, Gereja juga harus mengikut lebih jauh. Segala makhluk disebut dalam perintah Yesus, tanpa membedakan Yahudi atau Yunani, Romawi atau bangsa yang pada waktu itu disebut “barbar”, bangsa asing, berbahasa asing, berbudaya lain, jauh dari kawasan dan pandangan mereka. Kalau setiap kali ditemukan bangsa baru, sampai suku-suku terasing, kalau ada perkembangan baru dalam budaya manusia, makhluk-makhluk yang melengkapi kehidupan manusia, itu pun harus dimasukkan dan digunakan menurut terang Injil, dan membantu penyebaran warta gembira. 2. Jalan pewartaan Injil di masa sekarang. Paulus berjalan kaki, mengalami berkali-kali karam kapal, sarana satu-satunya untuk menyeberang laut. Ia mengajar di sinagoga-sinagoga, di luar kota, di penjara, di pinggir sungai, di tengah dewan Areopagita, di kota Athena, di rumah-rumah pribadi di Korintus, di Efesus, ia mengirim utusan, ia menulis surat, disebar ke mana-mana. Semua media massa bisa dan harus digunakan di masa sekarang seturut jiwa kerasulan Paulus; semua macam transportasi, berbagai cara mengumpulkan dana, tanpa membedakan suku, bangsa, desa atau kota, dengan bahasa apa dan di mana saja. Yang diandaikan seperti Paulus, tak ada pengorbanan boleh ditakutkan, tak ada kesulitan boleh dihindari, selama ada makhluk yang perlu pemberitaan Injil, dalam situasi bebas, terpenjara, sehat, sakit terdorong untuk hadir, menyampaikan warta penginjilan yang sesuai untuk bertobat, berkembang, menghibur, menguatkan, mendapatkan hidup sampai berkelimpahan.
Romo John Tondowidjojo, CM