arrow_back Kembali
Ruang Katekese 15 March 2017

VERBUM BONUM - SABDA KEBAIKAN

VERBUM BONUM - SABDA KEBAIKAN

  Yesus selalu hadir sebagai sabda yang mewartakan “bonum/kebaikan” dan bukan “malum/kejahatan”. Disinilah kita diajak untuk menjadi “verbum bonum” dengan 3 karakter “WARTAWAN”, yakni “punya WARna, punya cinTA dan punya kaWAN”, antara lain:
1. Punya WARna
    Ia mengajak kita untuk berani punya “kualitas” dengan memberi warna dalam kehidupan harian kita. Seperti Yesus yang memberi warna dengan berani “meninggalkan” Nazareth, kitapun bersama dengan para murid pertamaNya, yakni Simon-Andreas, Yakobus dan Yohanes juga diajak ikut memberi warna dengan berani hidup baru: meninggalkan dan menanggalkan “jala”/dunia lama kita dan mengikuti Tuhan setiap hari, dari nelayan menjadi pelayan; dari penjala ikan menjadi penjala manusia.
2.  Punya cinTA
    Ketika Yesus berkata: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia"; mereka ber-empat segera meninggalkan jala dan mengikuti Yesus. Hal ini didasari karena mereka punya “karitas”/cinta kepadaNya karena Yesus juga punya “karitas”/cinta kepada mereka: Yesus berkeliling, mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ia juga melenyapkan segala penyakit kelemahan banyak orang. Hidupnya penuh “karitas” bagi smua orang lain karena selalu ber-nada dasar C yakni CINTA.
3.  Punya kaWAN
    Yesus menekankan semangat “komunitas”. Ia memanggil Simon bersama Andreas. Ia mengajak Yakobus bersama dengan Yohanes. Ia menghadirkan sebuah kesadaran awal perlunya bekerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik. Ia mengajar kita untuk berpola “single fighter” tapi mau mengajak melibatkan, memberdayakan tapi tidak memperdayakan orang lain dalam setiap perbuatan baik.
    Dengan demikian kita akan menjadi "Lumen" / terang bagi orang-orang disekitar. Inilah yang diwartakan Yesus lewat karya dan wartaNya. Ia pergi ke Zebulon dan Naftali, “bangsa yang diam dalam kegelapan” (Mat 4:16). Ia juga mengawali karya ketika Yohanes ditangkap di daerah itu untuk menghadirkan terang Allah.
    Jadi, Yesus benar-benar menjadi terang yang punya efek buat sekitarnya. Kitapun diajak untuk menjadi terang yang punya efek buat sekitar dengan 3 panggilan yang diteladankan Yesus, antara lain: Prayer, Teacher dan Healer
1. Prayer
    Ia mengawali dan mengakhiri karya dan warta dengan menyepi untuk berdoa kepada Bapa.
   Ia menjadi seorang “man of God”, yang tidak hanya sibuk untuk Tuhan tapi juga sibuk dengan Tuhan.
2. Teacher
    Ia menjadi guru dan mengajar tentang nilai-nilai Kerajaan Surga di banyak rumah ibadat.
3. Healer
  Ia menyembuhkan banyak orang sakit dan membebaskan banyak orang yang terbelenggu. Bagaimana dengan kita sendiri?
   Saudaraku, mari kita selalu berusaha memiliki tiga karakter dan panggilan ini  agar menjadi terang yang selalu siap bersaksi dalam karya pelayanan, sehingga kebesaran dan keagungan Allah sendiri semakin dimuliakan oleh setiap insan.