arrow_back Kembali
Renungan 24 May 2016

TRITUNGGAL MENGUASAI SEGALA ZAMAN

TRITUNGGAL MENGUASAI SEGALA ZAMAN

Allah Tritunggal adalah awal dan akhir seluruh ciptaan. Ia Alpha dan Omega, merangkum segala dari ujung satu, sampai ujung yang lain, mengatur segala dengan bijaksana. 1. Tempatku di alam semesta di bawah penyelenggaraan Tuhan. Pada titik waktu dan tempat yang ditetapkan, aku berada. Aku bisa berpikir 500 tahun, 5000 tahun, 5 juta tahun yang lalu, waktu bumi sedang disiapkan menjadi kediaman manusia, lalu berpikir 500 tahun, 5000 tahun, 5 juta tahun lagi, kalau ingatan akan aku sudah tidak ada di dunia, tempat, bangsa, nama dan negaraku sudah berubah sama sekali. Pada kurun waktu tertentu aku ditentukan ada di bumi, direncanakan dari kekal dan akan terkenang sampai kekal dalam pangkuan Tritunggal. Yang mahapenting dan menentukan dalam sejarah umat manusia dan dunianya itu bukan bumi, tetapi sejarah rahmat, sebagai hubungan Tritunggal dengan setiap manusia, ciptaan-Nya yang sudah diangkat menghayati hidup ilahi yang akan berlangsung kekal lagi. Tritunggal hadir pada setiap peristiwa perahmatan tetap tertulis dalam buku Hidup. 2. Segala diatur dengan Cinta Bijaksana oleh Tritunggal Mahakudus. Setiap rambutku, dihitung, setiap detik, dalam hidupku diselenggarakan oleh Cinta dalam Roh, yang diutus oleh Sang Sabda Bijaksana dan Bapa Mahakuasa, sumber segala. Tidak ada yang bisa menghambat. Tuhan yang mahakuasa, yang tahuakan segala. Tidak ada yang bisa menghambat. Tuhan yang mahakuasa, yang tahu akan segala, dan mahabijaksana itu memperhatikan setiap pertumbuhan pada alam raya, setiap perkembangan pada hidup, yang memuncak pada manusia Adam dan mencapai kesempurnaannya dalam manusia Yesus Kristus. Sejak itu sejarah dunia sudah berjalan lain, tidak mengharap lagi pada “Yang akan datang”, tetapi pertumbuhan akhir pada manusia sudah selesai. Dan selanjutnya dunia dan manusia harus berpusat pada peristiwa Kristus dan berpola pada hidup-Nya. Yang melihat Dia, sudah melihat Bapa. Dasar hidup selanjutnya adalah Cinta; Roh yang menghubungkan Bapa dan Putera dan meneruskan kehidupan ilahi pada manusia. Pola Cinta dalam Kristus menuju Bapa itu pada akhir, yang akan berlangsung sampai akhir zaman. Hidup menurut pola Yesus berarti masuk dalam rencana Cinta Allah Tritunggal, yang memusatkan Awal dan Akhir pada manusia Kristus Yesus. (Rm. John Tondowidjojo, CM)