arrow_back Kembali
Renungan 09 May 2016

SEMOGA MEREKA SEMUA MENJADI SATU

Yesus hari ini, mengungkapkan satu dambaan, hasrat dan cita-cita yang sangat mendalam dan dirindukan setiap anak manusia yakni hidup dalam satu kesatuan yang damai, harmonis, rukun dan membahagiakan.
Cita-cita Yesus itu diutarakan kepada Bapa-Nya dan Bapa semua orang yang percaya kepada-Nya lewat sebuah doa yang jelas dan agung: “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau…”
Yesus mendambakan persatuan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya karena Yesus tahu bahwa mereka masih ada dalam di dunia. Ungkapan Dunia bagi Yohanes, mempunyai arti yang jahat, yang rusak, yang berdosa, yang melawan Allah. Maka doa Yesus ini tentunya supaya orang-orang yang telah percaya kepada-Nya, termasuk kita ini tidak jatuh dalam bujuk rayu “dunia” itu. Kini soalnya, apakah kita yang adalah orang yang percaya pada Kristus telah bebas dari bujuk rayu “dunia” seperti yang didoakan Yesus itu? Ternyata belum. Hal ini nyata dalam kehidupan aktual kita, dimana masih ada sikap bermalas-malas, masih ada pertengkaran, masih ada dendam kesumat, amarah, saling mencurigai, saling menuduh dan mendakwa. Masih ada penipuan, pencurian, pembunuhan. Masih terjadi praktek ketidakadilan, pengkotak-kotakan dalam kebersamaan dengan berbagai alasan yang membuat persatuan dan kesatuan, damai dan kenyamanan hidup terasa jauh, semangat persaudaraan dan solidaritas ternoda. Kita ternyata masih berada dalam “dunia” yang penuh dengan kekacauannya.
Doa Yesus membuat kita untuk tetap waspada dan rendah hati. Dalam kesadaran seperti ini, kita akan semakin memahami pentingnya saat hening, waktu doa, bacaan rohani, dan sendiri bersama Tuhan. Allah sangat mencintai kita tanpa syarat dan menghendaki kita bahagia dalam persatuan dengan-Nya.
Akhirnya, sabda Yesus dalam bentuk doa ini, menggugah, menyadarkan dan mengajak kita umat beriman untuk menanggapi dengan iman dalam hidup kita, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama sebagai komunitas beriman demi sebuah kerinduan akan kesatuan kita dengan Kristus dan kerinduan akan hadirnya persatuan diantara kita semua. Ia telah mendoakan kita. Ia telah mempersembahkan kita kepada Bapa-Nya, maka hendaknya kitapun mau mengikuti-Nya. Semoga….                                                                                                                Rm. Tetra Vici Anantha, CM