SEMANGAT BERBAGI
'Bersekutu, memecahkan roti, dan berdoa' adalah gaya hidup khas komunitas kristiani. Komunitas kristiani ini mengembangkan sebuah spiritualitas kebersamaan yang tulus dengan membangun komitmen bahwa "segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama ... dan selalu ada yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing" (Kis.2:44-45). Sikap mau berbagi ini adalah perekat persaudaraan rohani sebagai buah kebangkitan Kristus. Sikap mau berbagi inilah yang juga ingin diwartakan Yesus ketika Ia tiga kali mengunjungi para rasul yang masih menutup diri di Yerusalem karena takut akan orang-orang Yahudi (Yoh. 20:19-31). Tiga kali Yesus mengatakan: "Damai sejahtera bagi kamu" dan ini adalah anugerah istimewa yang pantas disyukuri. Namun Yesus tak berhenti di situ, karena pemberian damai sejahtera itu kemudian diikuti perintah untuk berbagi yakni pergi wartakan damai dan pengampunan yang sudah diterima. Damai dan pengampunan dosa tak boleh dinikmati sendiri melainkan harus diteruskan dengan cara membagikan damai dan terus mengampuni sesama secara tulus.
Tomas tidak mau peduli pada kebersamaan bahkan tak mau percaya jika tidak melihat sendiri dan harus mencucukkan jarinya ke bekas luka paku dan tombak di tubuh Yesus. Tomas adalah representasi orang yang kurang menghargai kebersamaan; orang yang terlalu rasional, akibatnya mereka tak mampu berbagi damai dan memberikan pengampunan. Di dunia modern ini makin banyak Tomas-Tomas intelek yang mendewakan rasio. Damai tak mungkin tercapai jika tak ada yang mau berkorban, jika tak ada yang mau memberi, membagi miliknya demi orang lain yang berkekurangan. Damai tak mungkin tercipta jika orang tidak keluar dari dirinya dan mau mengampuni orang lain. Damai adalah suatu exodus material dan personal. Marilah kita keluar dari kubur keangkuhan, egoisme diri; dari kubur perasaan bahwa akulah yang selalu benar. Milikilah semangat aku yang berbagi, aku yang mengampuni, itulah cerminan dari aku yang bangkit. Maka damai akan mengalir ke dalam hati kita.
Saudaraku, bagaimana dengan semangat kebersamaan, berbagi, pengampunan Anda dalam hidup bersama dalam keluarga dan sesama dalam masyarakat? Sudahkah sikap hidup Anda mencerminkan semangat Kristus yang bangkit? (Hd.)