ROH KUDUS, ROH PEMERSATU
Pada hari ini, pada peristiwa Pentakosta, Allah mengutus Roh Kudus-Nya untuk mempersatukan kembali apa yang telah terpecah belah karena ulah manusia. Lewat Roh Kudus-Nya Allah memberikan kepada kita kembali satu bahasa, yaitu bahasa yang bisa dimengerti oleh semua orang dan yang bisa mempersatukan kita seperti semula. Allah tidak memberikan kepada kita bahasa Inggris, Indonesia, Latin ataupun salah satu bahasa yang ada di dunia ini. Allah lewat Roh Kudus-Nya memberikan kepada kita satu bahasa, yaitu bahasa yang bisa dimerngerti oleh semua orang. Dia memberikan BAHASA KASIH kepada kita, Dia menganugerahkan BAHASA CINTA-NYA kepada kita semua.
Bahasa Cinta; bahasa kasih adalah satu-satunya bahasa yang bisa dimengerti oleh semua orang. Bahasa ini adalah anugerah cuma-cuma dari Allah kepada kita.Karena itu, dimanapun kita berada dan dalam situasi apapun serta dengan siapapun, kita HARUS berbicara hanya dengan bahasa ini. Seandainya hanya bahasa kasih inilah yang digunakan oleh setiap orang dalam hidupnya sehari-hari, percayalah, suatu saat nanti, hanya kehendak Allah yang berkuasa atas dunia kita ini.
Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita telah menikmati berbagai macam kebaikan-Nya.Tidak terhitung banyaknya berkat Tuhan yang telah kita terima melalui keluarga, pekerjaan, atau pelayanan kita. Namun, berapa banyak di antara kita yang rajin bersaksi tentang KASIH-NYA yang telah Dia limpahkan kepada kita secara CUMA-CUMA? Berapa banyak-kah yang dalam hidupnya sehari-hari senantiasa digerakkan oleh BAHASA KASIH? Sebab pada kenyataannya, sebagian besar kita lebih suka menikmati sendiri berkat-berkat tersebut, dan hanya sedikit yang mau berbagi dengan orang lain, meskipun dalam bentuk kesaksian semata. Keinginan untuk bersaksi baik melalui perbuatan, pikiran dan perkataan meskipun biasanya ada, dengan mudah dipupuskan oleh berbagai macam ketakutan, terutama takut ditolak atau mendapat respon negatif. Dilemahkan pula oleh ketakutan untuk mau berkurban diri baik berkurban waktu, materi dan tenaga. Sikap-sikap inilah yang kerap membuat BAHASA KASIH tidak bisa tampak dalam hidup kita sehari-hari.
Akhirnya, bersaksi tentang KRISTUS YANG ADALAH KASIH, memang bukan sesuatu yang mudah, namun seharusnya tidak ada kesulitan apa pun yang dapat menghentikan kesaksian kita. Sebab sesungguhnya, pada waktu kita bersaksi, Roh Kudus menyertai kita.Amin
Rm. Tetra Vici Anantha, CM