arrow_back Kembali
Renungan 09 November 2016

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA XXIX - HARI MINGGU EVANGELISASI

  RENUNGAN  HARI  MINGGU  BIASA  XXIX - HARI  MINGGU  EVANGELISASI

Setiap dari kita pasti pernah meminta sesuatu dari Tuhan. Entah itu permintaan yang terkesan remeh temeh, hingga permintaan yang menurut kita sangat penting. Kita mungkin pernah meminta kepada Tuhan agar hari tidak diselubungi dengan hujan deras. Kita mungkin meminta kepada Tuhan agar kita mendapatkan nilai yang baik saat ujian. Kita mungkin juga pernah meminta kepada Tuhan agar kita dapat lulus tepat waktu. Kita meminta agar diberkati dalam pekerjaan. Atau, kita minta agar Tuhan dengan segera mengirimkan penolong untuk meringankan biaya sekolah anak-anak kita. Bagi pemuda dan pemudi yang sudah berusia matang, mungkin pernah meminta agar Tuhan segeramengirimkan jodoh yang baik bagi mereka. Mungkin kita juga meminta kepada Tuhan agar Ia segera membebaskan kita dari penyakit yang sudah lama bersarang di dalam diri kita.Ada sedemikian banyak permohonan yang kita serukan kepada Tuhan setiap saat. Dan, ketika kita meminta kepada Tuhan, ada harapan yang sangat besar agar Tuhan mengabulkan permohonan kita tersebut. Tidak jarang kita tidak jemu-jemunya berdoa pribadi setiap hari, mengikuti novena, adorasi pribadi, maupun devosi-devosi yang lain, dengan harapan Tuhan mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita. Sikap hidup demikian berangkat dari keyakinan bahwa Allah adalah Allah yang Mahamurah dan Mahabaik. Jika Allah adalah Allah yang Mahamurah dan Mahabaik, tentu Ia akan memberikan apa yang diminta oleh anak-anak-Nya. Yesus pun dalam bacaan Injil hari ini juga menegaskan hal yang senada, “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Apakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” (ayat 7).
Namun, ada yang menarik dari pernyataan Yesus setelahnya. Yesus berkata, “Akan tetapi, jika Putra Manusia itu datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?” (ayat 8). Mengapa kemudian Yesus berkata demikian? Apa kaitannya permintaan yang tak jemu-jemu dari seorang yang membutuhkan dengan ketiadaan iman seseorang? Allah memang baik. Dan Ia pasti akan mampu memberikan segala sesuatu yang kita inginkan dan minta dari-Nya. Namun, bukan permintaan itulah yang terpenting bagi kita, melainkan kehendak Allah yang meraja dalam diri kita itulah yang terpenting bagi hidup kita. Kita kerap kali “menyetir” Allah dengan aneka permohonan kita. Kita kerap kali menganggap bahwa permohonan yang dikabulkan ialah yang sesuai dengan harapan kita. Kita seakan-akan tidak memberi ruang bagi Allah untuk membantu kita sesuai dengan cara-Nya sendiri. Dan sesungguhnya, diakui atau tidak, pada saat kita memperlakukan Allah demikian, kita tidak beriman. Iman tidak Allah jumpai dalam diri kita.
Maka, tetaplah memohon dengan tidak jemu-jemu kepada Allah, sebab Allah pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doa yang tekun dan tulus. Namun, setelah itu, biarkan Allah bekerja sesuai dengan “cara-Nya”. Sebab Ia tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Dan inilah iman.
(Rm. Johan, CM)