PUNYA HARAPAN
'Adakah harapan bahwa hidup kita akan menjadi lebih baik?' Ada! Orang Kristen adalah orang yang memiliki harapan dan itulah harta kekayaan terbesar orang Kristen. Hidup tanpa harapan adalah kemiskinan paling mengerikan dari umat manusia. Harapan inilah yang diungkapkan 'Adven' kita; masa penantian kita akan kedatangan Kristus. Harapan adalah motor penggerak kehidupan kita, percikan api kehidupan di kala terjadi deru keputus-asaan yang menekan, daya batiniah yang masih membuat jiwa kita mampu meringkih dengan halus ketika beban berat kehidupan dunia ini meluluh-lantakkan hidup ke dasar jurang yang paling dalam. Kita berharap karena kita tahu bahwa Yesus sangat baik dan mencintai kita meski kadang Ia terkesan lambat memperlihatkan kasih-Nya. Yesus itu kadang bagaikan kekasih kita yang menguji cinta kita habis-habisan ketika sang kekasih berpura-pura menjauh. Kita lalu menjerit, terhempas dan putus asa. Tetapi pada saat yang tepat Ia datang lagi dan berkata:"Jangan kuatir, Aku ada dekat bersamamu sebab Aku sangat mencintaimu". Pengalaman cinta akan Tuhan inilah yang membawa kita pada pertobatan seperti yang diserukan Yohanes Pembaptis. "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" (Mat.3:2) Dan kita tahu bahwa pertobatan yang didasari kerinduan membalas cinta-Nya ini dapat mengubah seluruh dunia menjadi tempat kediaman yang penuh damai.
Yohanes Pembaptis adalah utusan Allah untuk mempersiapkan hati manusia bagi kehadiran Kristus, Putra Allah sendiri di dunia ini. Kita diajak untuk mengubah gaya kehidupan kita yang berantakan, yang penuh dengan ketidak-jujuran, ketidak-adilan dan permusuhan dengan kehidupan baru yang lebih baik dan bermutu, hati yang lebih jernih dan indah untuk menyambut Yesus yang akan membaptis kita dengan kuasa Roh Kudus dan api guna menyambut Kerajaan Allah yang akan ditegakkan oleh Dia yang segera datang. Agar kita terpilih untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah itu, maka sudah saatnya kita berbenah diri dalam masa adven ini. Maulah berubah dan mengubah diri sendiri ke arah kehidupan yang lebih baik. Tempuhlah jalan hidup baru yang secara nyata berorientasi kepada Tuhan dan kehendak-Nya.
Saudaraku, bagaimana keseriusan Anda menggunakan kesempatan selama persiapan dalam masa adven ini? Berharaplah esok kehidupan kita akan menjadi lebih baik dari hari ini karena Anda merasakan betapa besar cinta-Nya. (Hd.)