arrow_back Kembali
Ruang Katekese 14 February 2016

PERSIAPAN UMAT SEBELUM MENGIKUTI MISA KUDUS

PERSIAPAN UMAT SEBELUM MENGIKUTI MISA KUDUS

Tanya jawab seputar 'Persiapan Umat sebelum mengikuti Misa Kudus' ini diambil dari buku Katekese Liturgi 2016 yang disusun oleh Tim Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya yang  berjudul 'Seputar Umat dan Petugas Liturgi'. 
07.    Bagaimana cara kita berpartisipasi aktif dalam perayaan liturgi melalui sikap mendengarkan?
Konsili Vatikan II mengamanatkan partisipasi umat beriman yang penuh, sadar, dan aktif dalam perayaan-perayaan liturgi (bdk. SC, 14-20).Pasca konsili dan sampai hari ini, partisipasi aktif pun dibahas dan diusahakan di banyak tempat.
Apa yang dimaksud dengan partisipasi aktif? Bicara partisipasi aktif dalam Misa, banyak orang langsung memikirkan partisipasi dalam hal menyanyi, menjawab aklamasi-aklamasi dan juga tata gerak: berdiri, berlutut, duduk, dan sebagainya. Mungkin belum banyak yang terpikir, bahwa ada bentuk partisipasi aktif lain yang tidak kalah pentingnya: yaitu mendengarkan. Bisa jadi mendengarkan adalah bentuk partisipasi aktif yang paling sulit dilakukan umat. Kadang lebih mudah bagi kita untuk bicara dan bergerak daripada diam dan mendengarkan.
Kapan kita dituntut untuk berpartisipasi aktif mendengarkan dalam Misa?Banyak yang mungkin tidak sadar, bahwa sikap yang paling benar saat Sabda Allah dibacakan adalah mendengarkan dan bukan membaca sendiri dari teks Misa atau Kitab Suci. Dengan mendengarkan, kita menunjukkan penghormatan pada Sabda Allah yang dibacakan.
Paus St. Yohanes Paulus II pernah mengajarkan hal ini “… partisipasi aktif tidak menghalangi kepasifan yang aktif dari kesunyian, keheningan, dan mendengarkan: sebaliknya, ia justru menuntutnya. Umat tidak pasif, misalnya, saat mendengarkan bacaan atau homili, saat menyimak doa-doa imam selebran, lagu serta musik dalam liturgi. Kesemuanya itu adalah pengalaman kesunyian dan keheningan, tetapi itu semua sungguh sangatlah aktif.”
Teks Misa yang ada di depan Ibu, Bapak, dan Saudara-Saudari sekalian sebenarnya dibaca atau digunakan disaat yang lain, misalnya dibaca di rumah untuk mempersiapkan diri, atau setelah Misa. Saat pembacaan Sabda Allah, biarlah teks Misa berada di tempatnya.
Mari, Ibu, Bapak, dan Saudara-Saudari, bersama-sama kita melatih diri untuk mendengarkan bacaan-bacaan dengan sungguh-sungguh, mulai dari Misa ini.

08.    Dalam Liturgi Sabda dalam Misa, umat tidak diperkenankan membaca dari Kitab Suci atau lembaran Misa. Hanya khusus bersikap mendengarkan suara lektor dan perhatian terarah ke mimbar. Bagaimana dalam ibadat doa lingkungan, untuk bacaan Injil apakah juga berlaku umat hanya mendengarkan tanpa membaca Kitab Suci?
       Ibadat Lingkungan adalah kegiatan dari pihak Gereja (umat beriman) yang berdoa dan mendalami komunikasi dengan Allah. Oleh karena itu, setiap awam boleh memimpin Ibadat, baik pria maupun wanita. Tata cara Ibadatnya pun boleh dimodifikasi menurut situasi, misalnya tak harus ada Saya Mengaku ataupun Tuhan kasihanilah, tak perlu ada Mazmur Tanggapan; khotbah boleh dalam bentuk sharing; Doa Umat boleh sebanyak-banyaknya menurut dorongan pribadi. Kesimpulannya, seluruh umat boleh dan wajib membawa Kitab Suci dan juga membaca sendiri dalam Ibadat Sabda di lingkungan.