PELIHARALAH IMANMU DAN SALING MENGAMPUNI
Allah sangat mencintai kita. Karena begitu besar kasih Allah atas kita, kita disebut anak-anak Allah (lih. Yoh 3: 1). Ia memberikan apa yang kita minta dengan iman seperti kisah Hana yang dikabulkan doanya sehingga dia mengandung anaknya, Samuel (lih. Sam 1: 27 ; Yoh 3: 22). Lebih dari itu, cinta dan kebaikan Tuhan terletak pada pengampunanNya, dalam penerimaannya kembali kepada manusia yang sempat hilang dan tersesat.
Apa yang harus kita pelihara? Yaitu iman kita akan PuteraNya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus. Kita akan mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah (Yoh 3: 21). Inilah perutusan kita yaitu memelihara apa yang telah dipercayakan kepada kita : “Hendaklah kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi....” (ay. 23). Iman akan Yesus Kristus tampak dalam hidup kita sehari-hari dalam hidup doa dan tindakan kasih, saling mengampuni terhadap sesama juga dalam keluarga.
Sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, marilah kita meneladaniNya. Kata-kataNya senantiasa membuat orang mendengarkanNya merasa bahagia, damai, dan penuh harapan (lih. Luk. 2: 49-52). Kehadiran, kebersamaan, pengampunan, kehangatan dan kebaikan hatiNya memikat banyak orang untuk mengikutiNya (bdk. Mrk 1:16-20). Beranikah suami isteri menghadirkan wajah kasih Allah dengan saling mengampuni, terbuka, menerima, memberikan apresiasi dan menghargai? Bagi anak-anak kita, kehangatan kasih orangtua yang demikian akan sangat membantu mereka untuk berpikir positif terhadap diri sendiri, untuk mampu berdiri sendiri, dan membantu pandangan yang baik terhadap pendidikan. Berkah Dalem. (Fr. Paulus Roby Erlianto, CM.)