arrow_back Kembali
Ruang Katekese 07 March 2018

PANGGILAN MENGIKUTI YESUS

PANGGILAN MENGIKUTI YESUS

Panggilan Yohanes, Andreas dan Simon merupakan awal persekutuan hidup bersama Yesus. Panggilan ini merupakan tanda karya Allah yang menyelamatkan. Ketiga murid itu menanggapi panggilan Allah secara proaktif. Dengan demikian, seluruh inti kisah panggilan menjadi jelas, bahwa semua orang dipanggil untuk menanggapi tawaran kasih Allah yang menentukan hidupnya. Yohanes Pembaptislah yang mengawali dan mengantar pemahaman akan panggilan dan peranan Yesus Kristus dalam sejarah keselamatan manusia agar hidup lebih bermutu.
'Manusia dipanggil untuk senantiasa berubah.' Perubahan merupakan hakekat hidup manusia, dan manusia yang sehat jasmani dan rohaninya akan peka, mau tidak mau harus menjawab adanya 'panggilan' untuk berubah. Keadaan lama perlu dirubah dan untuk perubahan yang dibutuhkan seorang tokoh baru yang masih segar. Maka Allah memanggil Samuel. (1 Sam.3:3-10) Yesus pun demikian, Ia memanggil para rasul-Nya. (Yoh. 1:35-42) Peralihan dari guru lama-Yohanes Pembaptis - ke guru yang baru - Yesus- membawa perubahan bukan saja bagi  orang-orang Israel, tetapi seluruh umat manusia. Jadi kekristenan adalah suatu perubahan hidup, suatu dialog dengan Tuhan lewat keheningan, doa dan InjilNya. Sikap hidup dalam perubahan yang dijiwai oleh semangat Kristus ini sekaligus merupakan sebuah  jawaban atas panggilan terus-menerus dari Allah yang hidup.
Memang tidak semua panggilan untuk perubahan itu baik,  karenanya  kita sebagai orang beriman yang hidup di tengah jaman modern dengan berbagai tawaran 'iklan' yang sengaja dirancang untuk memikat hati setiap  orang ini, mestinya cukup hati-hati. Sebab panggilan hidup duniawi yang penuh glamour ini dapat membuat panggilan Yesus "Mari, ikutilah Aku" menjadi sangat samar. Oleh karena itu, agar kita dapat mendengarkan panggilan Yesus, kita butuh hening. Dengan keheningan batin, kita akan mampu berdoa dan peka terhadap panggilan untuk perubahan hidup lebih bermutu. Manusia bermutu adalah manusia hening.  Manusia yang baik adalah manusia pendoa. Doa-doa hening kita adalah bukti bahwa Allah mencintai kita dan kita mencintai Allah. Tak ada cinta tanpa saat-saat hening! Dalam keheningan, para rasul dibentuk dan dalam keheningan inilah para rasul mengenal Yesus, Sang Guru. Kita pun butuh keheningan, agar kita dapat berubah, sehingga kita mampu menjawab panggilan mengikuti Yesus. Keberanian mengambil keputusan untuk dengan sengaja menciptakan keheningan batin inilah yang setiap saat kita butuhkan karena kita hidup ditengah dunia yang dipenuhi dengan berbagai tawaran untuk mengagalkan panggilan mengikuti Yesus. 
Saudaraku, beranikah Anda menantang dunia dengan menolak panggilannya yang hingar-bingar dan mengubahnya dengan keheningan doa?  Ikuti Yesus dan jangan pernah ragu! (Hd.)