arrow_back Kembali
Ruang Katekese 10 September 2017

MERINDUKAN KERAHIMAN ALLAH

MERINDUKAN KERAHIMAN ALLAH

Pada hari Minggu Biasa XX ini kita mendengar kisah Yesus berkeliling dan berbuat baik dengan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Kedua daerah ini berjarak 50 mil sebelah utara Israel (saat ini termasuk negara Libanon). Pada masa itu kedua daerah ini dianggap terletak di luar komunitas Yahudi. Orang-orang yang menghuni kedua daerah ini disebut orang asing atau kafir dan berada di luar keselamatan.
Dikisahkan bahwa ada seorang wanita Kanaan keluar dari daerahnya, menuju kepada Yesus sambil berseru memohon kerahiman-Nya. Ia percaya bahwa meskipun dia adalah orang asing bahkan dianggap orang kafir namun Tuhan Yesus akan memberi yang terbaik yang sedang dibutuhkan keluarganya. Ia berkata: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” (Mat 15: 22).
Tuhan Yesus sama sekali tidak menjawabi wanita itu. Namun wanita itu malah mendekat dan menyembah sambil berkata lagi: “Tuhan tolonglah aku!” (Mat 15:25). Tuhan Yesus sudah mengetahui imannya namun mengujinya dengan berkata: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Mat 15:26). Bagi kebanyakan orang saat itu, anjing selalu menjadi simbol hewan yang kotor. Ada yang menyamakannya dengan orang-orang di luar komunitas Yahudi yang tidak akan mendapat keselamatan. Wanita itu tetap pada imannya kepada Yesus dan berkata: “Benar, Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” (Mat 15:27). Tuhan Yesus melihat betapa besar iman wanita itu kepada-Nya maka apa yang dikehendaki wanita itu pun terkabul. Anaknya menjadi sembuh.
Apa yang hendak Tuhan sampaikan kepada kita?
Pertama, Tuhan Yesus menunjukkan kerahiman Allah kepada semua orang. Paus Fransiskus dalam 'Misericordiae Vultus' mengatakan bahwa Yesus Kristus menunjukkan wajah kerahiman Allah (MV,1). Benar! Tuhan Yesus berkeliling dan berbuat baik. Ia menunjukkan wajah kerahiman Allah kepada semua orang. Keselamatan dalam Yesus itu universal. Pada hari ini kita juga diajak Yesus untuk ikut membawa kerahiman Allah kepada sesama kita.
Kedua, Wanita Kanaan memiliki iman yang besar kepada Yesus. Dikisahkan bahwa ia keluar, bereksodus dari tempatnya untuk menjumpai Yesus. Ia membutuhkan Yesus dan keselamatan-Nya. Orang yang memiliki iman kepada Yesus, ia akan mencari jalan untuk menunjukkan iman sekaligus kasih-nya kepada Yesus. Ada banyak halangan, namun ia dapat mengatasinya dan berjumpa dengan Yesus.
Ketiga, Wanita Kanaan menunjukkan dirinya sebagai orang beriman yang sekaligus tekun berdoa. Ia percaya bahwa doanya pasti dikabulkan oleh Yesus. Dia percaya bahwa Yesus tidak memandangnya sebagai orang di luar komunitas, tetapi orang yang layak menerima keselamatan karena mengimaninya.
Keempat, Wanita Kanaan mencari kerahiman Allah dan menemukannya. Dia menunjukkan kepada kita semangat yang sama untuk mencari dan menemukan kasih dan kerahiman Allah. Hanya di dalam Yesus kita menemukan Wajah Allah yang maharahim.
Jadi, apakah sebenarnya yang diajarkan Yesus lewat kisah wanita Kanaan ini? Ada tiga hal:
(1) Jangan menyerah jika doa kita tidak langsung dijawab.
(2) Allah menguji, untuk mendapatkan yang terbaik dari diri kita.
(3) Janganlah kita mengancam Allah atau membuat tuntutan-tuntutan dengan doa kita.
Kita harus menaruh kepercayaan terhadap kerahiman-Nya bagi kita, seperti yang ditunjukkan oleh wanita Kanaan ini. Kita harus menaruh kepercayaan bahwa Allah mengasihi diri kita masing-masing sepenuhnya seperti Dia mengasihi orang-orang yang terjawab doanya. Dapat saja Tuhan melihat bahwa kita membutuhkan pertumbuhan nyata dalam iman dan keberanian, dalam hal kesabaran dan ketekunan. Percayalah Allah melihat bahwa kita kiranya membutuhkan keutamaan-keutamaan ini lebih daripada hal-hal lain yang kita mohonkan.
Saudaraku, apa yang harus kita lakukan? Mari kita bertobat dan kembali kepada Tuhan. Semoga berkat kerahiman Allah, iman kita dikuatkan dan harapan kita kepada Allah semakin diteguhkan. St. Fransiskus dari Sales mengatakan tentang kerahiman Allah: “Allah sangat menghargai pertobatan sehingga sekecil apa pun pertobatan di dunia, asalkan itu murni, menyebabkan Dia melupakan segala jenis dosa, bahkan setan pun akan diampuni semua dosanya, jika saja mereka memiliki penyesalan” Selamat berhari Minggu bersama keluarga.