arrow_back Kembali
Renungan 14 November 2015

MENJADI BINTANG

Bagaimana Tuhan memandang saya? Apa yang Tuhan kehendaki agar saya selamat? Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul di benak kita mencari jati diri dalam kacamata sebagai orang beriman. Jawabannya adalah tergantung dari bagaimana gambaran saya tentang Tuhan. Bila gambaranNya saya peroleh dari pengalaman akan Allah dan firmanNya yang tertulis dalam Kitab Suci maka saya akan memiliki gambaran yang benar dan menemukan jati diri saya. Penemuan ini menjiwai dan mengarahkan tingkah laku saya pada arah yang benar. Simon yang mengenal Allah sebagai Tuhan dan Mesias, mengetahui dirinya dipandang Allah sebagai Petrus (batu karang). Sejak itu arah hidupnya semakin jelas, yakni menjadi fondasi gereja yang kuat. Seluruh hidupnya selanjutnya dijiwai dan dibaktikan untuk pendirian gereja Kristus (Mat 16:13-20).
Dalam Bacaan pertama, Daniel menggambarkan apa yang dikatakan malaikat Tuhan kepadanya tentang akhir zaman yaitu sebuah kesesakan besar akan terjadi. Apakah kita perlu takut dan cemas? Tentu tidak, karena tidak akan sedikitpun membantu kita. Janji keselamatan dari Allah nyata kepada kita….Orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang pada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya (Dan 12: 3). Dalam bacaan Injil, Yesus menceritakan tentang akhir zaman yaitu tentang kedatanganNya kembali. Pada waktu itu, Ia akan mengumpulkan orang-orang pilihanNya dari seluruh penjuru bumi sampai langit (Mrk 13 : 27).
Dari kedua bacaan diatas, terjawablah kedua pertanyaan tersebut. Tuhan memandang kita sebagai orang-orang pilihanNya. Kita sangat berharga di hadapan Allah (bdk. Mzm 8:5-6; Yes 43:4). Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang bijaksana dan seperti bintang yaitu menuntun orang banyak pada kebenaran yaitu Sang Kebenaran itu sendiri. Siapa Sang Kebenaran itu? Dalam bacaan kedua, Sang kebenaran itu adalah Kristus yang duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah (Ibr : 12). Dengan kata lain, Ia menghendaki kita selamat dengan menjadi seperti diriNya, menjadi kuat, penuh kuasa, dan kreatif. Ia memberi kita anugerah-anugerah, karunia-karunia untuk menjadi pemenang, penakluk, dan melakukan karya-karya pelayanan yaitu menghadirkan cinta Allah pada sesama dan alam sekitar kita. Berkah Dalem. (Fr. Paulus Roby Erlianto, CM)