MEMAHAMI ORANG LAIN
Mencintai sesama mengacu pada cinta yang umum terhadap sesama manusia, berbeda dari cinta kasih seperti afeksi, persahabatan dan percintaan. Dahulu dikenal sebagai cinta kasih terhadap sesama manusia (Charity), dan sekarang dikenal sebagai Agape. Mencintai sesama. Arti Agape. Yang dimaksudkan Agape adalah menunjukkan kasih sayang, rasa hormat, dan tanggung jawab terhadap orang lain, karena mereka juga manusia. Dalam hal ini, tidak ada persoalan batas pemisah : suku bangsa, jenis kelamin, usia, kebangsaan, kepercayaan, pendidikan, pekerjaan, kedudukan, paham politik, dan sebagainya. Ini berdasarkan anggapan bahwa setiap orang bermartabat, meskipun terdapat perbedaan dalam status, kepribadian, kemampuan, atas perbedaan dalam segi lainnya. banyak pokok perbedaan hangat tentang pandangan religius mengenai Agape atau cinta terhadap sesama, tidak termasuk dalam lingkup artikel ini. Kita berbicara tentang orang-orang yang mempunyai hubungan pribadi dengan kita, dan bukannya tentang sesama manusia secara keseluruhan. Akan tetapi ada beberapa keterkaitan masalah-khususnya masalah-masalah yang harus kita hadapi dengan rasa enggan, menuntut kemampuan kita untuk mencintai tanpa pamrih. Kita akan menggambarkan terlebih dahulu beberapa sikap yang diperlukan dalam hal ini, sebelum membicarakan beberapa cara yang salah untuk mencintai manusia. Sikap-sikap yang dibutuhkan untuk mencintai. Dalam buku "Seni mencintai" (The Art of Loing), psikolog Erich Fromm mengemukakan empat kemampuan yang dibutuhkan untuk mempraktekkan seni apapun, termasuk seni mencintai. Pertama, Disiplin diri membuat kita menginginkan dan mampu melakukan apa yang seharusnya kita lakukan tanpa mempertimbangkan keinginan dan kecenderungan kita sendiri. Kedua - Konsentrasi berarti memberikan perhatian sewajarnya terhadap apa yag sedang kita lakukan. Ketiga, kesabaran membantu kita bertahan jika hasil yang diharapkan tidak cepat tampak, dan keempat, kita memerlukan keterlibatan total agar dapat mahir dalam seni tersebut. Para guru Zen mengatakan bahwa kita siap untuk pencerahan, bila kita mendambakannya seperti seseorang yang tenggelam membutuhkan udara. Bila kita memang membutuhkannya dengan mendesak, kita akan belajar mengetahui cara mendapatkannya. Untuk dapat mencintai. diperlukan beberapa karakteristik khusus. Kita harus dapat mengatasi narsisma (suatu penyakit cinta pada bayangan pada tubuhnya sendiri) agar dapat melihat hal-hal dari sudut pandang orang lain. Ini memerlukan kerendahan hati, memandang diri kita secara objektif dan tidak menilai diri kita lebih atau kurang. Cinta membutuhkan keyakinan pada diri kita sendiri dan orang lain, dan percaya bahwa kemampuan kita dapat dikembangkan. Kita juga memerlukan keberanian untuk mengambil risiko. Akhirnya, kita juga harus berperilaku dengan penuh kasih sayang. Ingin mencintai tidak sama dengan mau mencintai Kehendak untuk mencintai menuntut kita mengambil langkah-langkah untuk melakukannya.
Romo John Tondowidjojo, CM