MASA ADVEN
Masa Adven ialah masa kita menantikan kedatangan Tuhan. Setahun sekali kita diingatkan akan misteri besar ini. Seluruh sejarah umat manusia sebenarnya bergerak menuju misteri agung ini ketika Tuhan akan datang dan menjadi raja atas segala-galanya. Misteri ini kerap kita lupakan dan Gereja dengan perayaan Adven ini mau menyatakan bahwa kita adalah Gereja yang berjaga dan merindukan kedatangan Tuhan. Sebenarnya kerinduan ini sudah selalu kita nyatakan setiap kali kita mendoakan syahadat iman kita dan mendoakan Doa Syukur Agung, tetapi kebenaran ini rupanya luput dari perhatian kita. Hal ini dirasakan wajar karena kita memang mau tetap hidup dalam waktu. Dari sebab itu, mungkin salah satu bentuk penghayatan Adven yang baik ialah dengan membangkitkan kesadaran kita akan dimensi kerinduan akan kedatangan Tuhan dari perayaan Ekaristi. Gereja yang merayakan Ekaristi adalah juga Gereja yang berjaga menanti-kan Tuhan yang akan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Hari Minggu Adven ini perlu dimanfaatkan sungguh-sungguh untuk berbicara secara mendalam tentang misteri kedatangan Tuhan ini. Kita hidup dalam suatu dunia yang tidak menantikan kedatangan Tuhan. Kita punya banyak persoalan yang lain. Kita juga tidak melihat adanya tanda-tanda kedatangan Tuhan. Banyak penindasan dan malapetaka telah kita lihat, tetapi Tuhan tidak datang-datang juga. Apakah kita hidup pada akhir zaman? Pertanyaan ini sebenarnya sama sekali keliru. Injil hari ini menegaskan supaya kita harus selalu hidup seperti kita berada pada akhir zaman. Kita harus selalu hidup dengan berjaga-jaga dan berdoa. Spiritualitas eskatologis harus menjadi salah satu ciri spiritualitas kristen. Apabila kita hidup demikian, kita selalu siap menyongsong kedatangan-Nya yang tidak kita ketahui kapan akan terjadi.
Tuhan sekarang sepertinya berada di luar sejarah umat manusia. Akan tetapi, hal ini tidaklah berarti bahwa sekarang Dia tidak hadir dan berkarya. Mengapa? Karena kedatangan-Nya pada akhir zaman adalah kedatangan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dia sudah ada, tetapi tersembunyi. Dia tetap bersembunyi meskipun kita menderita, ditindas dan tidak dianggap. Kadang-kadang orang mengalami kehadiran-Nya yang penuh kuat kuasa, tetapi semuanya secara ter-sembunyi. Hanya orang yang mengalaminya, melihatnya dan hanya orang yang percaya, dapat hidup dengan berjaga bahwa Dia ada. Tuhan masih menyembunyikan kekuasaan-Nya dan kapan Dia menyatakan diri-Nya kepada dunia kita tidak tahu.
Saudaraku, masa Adven ini mengundang kita agar sadar kembali akan semuanya itu dan berjaga dalam iman dan doa menantikan Dia. Dialah yang menjadi tujuan sejarah karena apabila Dia datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan, itu berarti akhir dari sejarah. Ini tidak berarti malapetaka karena sejak saat itu Tuhan Yesus menjadi Raja secara benar-benar nyata dan kelihatan. Syukur kepada Allah. Kepada-Nya segala hormat, pujian dan kemuliaan. Pembebasan kita terlaksana. Saat itu kerinduan kita akan kedatangan-Nya benar-benar terlaksana(Hd.)