MALAM NATAL DAN HARI RAYA NATAL
Dalam tradisi Gereja Katolik ritus Latin, hari Natal dirayakan dengan tiga Misa Kudus yakni Misa Malam Natal 24 Desember, kemudian Misa Fajar 25 Desember pagi, dan akhirnya Misa Siang. Ketiga perayaan itu melambangkan tiga sisi kenyataan lahirnya Sang Penyelamat Dunia.
Misa Malam Natal:
Dalam Misa Malam Natal hari dibacakan Luk 2:1-14 yang menceritakan Maria melahirkan di Betlehem. Bacaan Misa Malam Natal (Yes. 9:1-6; Mzm. 96:1-2a,2b-3,11-12,13; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14)
Kelahiran Yesus yang diceritakan dalam Luk 2:8-14 diungkapkan para malaikat kepada para gembala. Mereka amat beruntung bisa menyaksikan perkara ilahi dan perkara duniawi dalam wujud yang sama. Orang diajak melihat bahwa yang terjadi sebagai kejadian lumrah belaka itu ternyata memiliki wajah ilahi. Bala tentara surga, para malaikat menyuarakan pujian kepada Allah. Dia yang Maha Tinggi kini menyatakan diri dalam wujud yang paling biasa bagi semua orang. Apa maksudnya? Kiranya Lukas mau mengatakan bahwa orang-orang yang paling sederhana pun dapat merasakan kehadiran Yang Ilahi dalam peristiwa yang biasa tadi. Dan bahkan mereka bergegas mencari dan menemu-kan kenyataan duniawi dari kenyataan ilahi yang mereka alami tadi.
Misa Fajar:
Dalam Misa Fajar diperdengarkan Luk 2:15-20 yang mengabarkan lahirnya Kristus di dalam kehidupan orang beriman yang pertama, yakni para gembala. Bacaan Misa Fajar (Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20)
Satu catatan. Disebutkan dalam ay. 15 “... gembala-gembala itu berkata satu kepada yang lain, ‘Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem untuk melihat ....’” Kepada siapa kata-kata itu ditujukan? Dalam bacaan teks yang biasa, jelas ajakan itu ditujukan kepada satu sama lain. Namun demikian, bacaan teks ini juga tertuju kepada pembaca. Teks ini membuat siapa saja yang membaca atau mendengarkannya merasa diajak gembala-gembala tadi bersama pergi dengan mereka ke Betlehem menyaksikan kebesaran ilahi dalam wujud yang membuat orang mulai bersimpati kepada Tuhan. Lukas kerap memakai teknik berbicara seperti ini. Dengan memakai bentuk percakapan - bukan hanya dengan cerita - Lukas membuat pembaca merasa seolah-olah ikut hadir di situ. Dan pada saat tertentu ajakan akan terasa ditujukan bagi pembaca juga.
Yang hadir dalam pembacaan Injil Misa fajar bisa pula merasakannya. Dan bila itu terjadi, warta petikan Injil Misa Fajar akan menjadi makin hidup. Orang diajak para gembala yang telah menyaksikan kebesaran Tuhan untuk ikut pergi mencarinya “di Betlehem”, di tempat yang kita semua tahu, yang dapat dicapai, bukan di negeri antah-berantah. Warta Natal Lukas tak lain tak bukan ialah pergi mendapati dia yang lahir di tempat yang bisa dijangkau siapa saja - di “Betlehem” - boleh jadi dalam diri orang yang kita cintai, boleh jadi dalam kehidupan orang-orang yang kita layani, dalam diri orang-orang yang membutuhkan kedamaian, atau juga dalam diri kita sendiri yang diajak ikut menghadirkan-nya. Ini bisa memberi arah baru dalam kehidupan. Betlehem bisa bermacam-macam wujud dan macamnya, namun satu hal sama. Di situlah Tuhan diam menantikan orang datang menyatakan simpati kepada-Nya. Adakah perkara lain yang lebih menyentuh?
Misa Siang:
Dalam Misa Siang ditegaskan Yoh 1:1-18 bahwa sang Sabda ini sudah ada sejak semula. Bacaan ini akan menggaris bawahi kenyataan peristiwa kelahiran Kristus itu. Bacaan Misa Siang (Yes. 52:7-10; Mzm.98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-6; Yoh. 1:1-18)
Akan besar maknanya bagi zaman ini bila di-tegaskan bahwa iman akan kelahiran Kristus di dunia ini ialah mempercayai Allah yang masih meneruskan penciptaan jagat beserta isinya. Firman-Nya kuat. Terangnya tak terkalahkan meskipun banyak yang menghalangi. Artinya, yang menganggap ciptaan ini buruk dan gelap belaka dan memperlakukannya dengan buruk boleh jadi sudah mulai memisahkan diri dari Dia, sumber terang itu sendiri, dan akan tersingkir sendiri. Tetapi mereka yang percaya bahwa jagat ini dapat menjadi baik dan ikut mengusahakannya sebetul-nya memilih ada bersama Dia.
Saudaraku, semoga ketiga perayaan yang me-lambangkan tiga sisi kenyataan lahirnya Sang Penyelamat Dunia ini semakin memantapkan kita untuk selalu memilih ada bersama Dia. Selamat Damai dan Bahagia Natal 2016 bersama keluarga.