MAKNA KENAIKAN TUHAN
Yesus Kristuslah, manusia pertama yang naik ke surga dengan raga-Nya. Dengan kenaikan-Nya ke surga, justru menjadi awal kehidupan baru para murid dan para pengikut-Nya. Mereka diutus mewartakan Injil ke segala penjuru dunia dan memberikan kesaksian atas Roh-Nya. Inilah tugas perutusan yang diharapkan Yesus bagi para pengikut-Nya. Mereka percaya bahwa Tuhan yang bekerja melalui Roh Kudus yang diutus Yesus akan selalu membantu dan menguatkan mereka dalam karya perutusan-Nya.
Demikian pula dengan kita semua sebagai pengikut Kristus juga mengemban tugas perutusan memberitakan Injil kepada semua orang, agar semakin banyak orang memperoleh keselamatan. Injil dalam arti ini adalah warta keselamatan Allah yang telah dibawa oleh Yesus Kristus. Ini berarti kita diminta untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh mencintai manusia dan ingin agar manusia menerima Tuhan dan karenanya mendapatkan keselamatan.(Mrk.16:15-20) Namun Yesus tidak menghendaki kita menjalankan tugas perutusan ini dengan terpaksa. Yesus menghendaki agar kita menjalankan tugas perutusan ini dengan semangat kasih, karena semangat itulah yang secara menonjol ditekankan dan dilakukan oleh Yesus sendiri dalam menjalankan perutusan Bapa-Nya.
Dalam mengemban tugas perutusan Tuhan itu kadangkala kita mengalami banyak hambatan, baik dari dalam diri dan kelompok kita sendiri, maupun dari luar. Dalam situasi seperti ini kadang beban menjadi sangat berat. Namun, kita perlu selalu ingat akan pesan Tuhan sendiri kepada para murid-Nya, "Ingatlah, Aku menyertai kami sampai akhir zaman."
Saudaraku, bagaimana upaya Anda melaksanakan tugas perutusan ini bersama Roh Kudus memberdayakan kesejatian hidup dalam hubungan sosial, baik dalam keluarga, tetangga sekitar, lingkungan dan paroki yang sedang mengadakan pemilihan Ketua Lingkungan serta masyarakat? Beranikah Anda mewartakan kedamaian, kebenaran, kejujuran, keadilan dan kasih kepada semua orang? Masihkah Anda ragu akan janji Tuhan yang akan menyertai Anda sampai akhir zaman? Atau meragukan kekuatan Roh Kudus yang memberdayakan Anda? (Hd.)