MAKNA HUKUM DALAM HIDUP KRISTIANI
Bacaan pertama umat Israel berkumpul dan Ezra, ahli kitab diminta membawa dan membacakan Kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel. Bukannya contoh bagaimana hukum dibaca di masa lampau, melainkan contoh yang memperingatkan Israel bahwa Allah bisa hadir dan mau hadir dan berkarya. Seperti dulu Allah hadir dan berkarya di tengah para leluhur, dengan membebaskan mereka, membimbing mereka dari tanah perbudakan ke tanah pembebasan. Kini Allah hadir dalam perintah-2 Nya.
Tugas imam dan ahli kitab ialah mewartakan dan menerangkan hukum itu bagi kehidupan. Hukum bukan hanya peraturan-peraturan belaka, melainkan pengarahan bagi pelaksanaan hidup. Maka hukum mau tidak mau harus ditafsirkan, dikonkritkan dalam pelaksanaan.
Allah yang hadir dalam Sabda Nya, hadir dalam hukumNya. Bila hukum dibacakan memang bukan sekedar hukum yang disampaikan, melainkan Allah yang bersabda kepada umat Nya (lih.Kel 20:2; Ul 5:6; Im 17:26). Hukum menjadi semacam Sakramen Allah bagi bangsa terpilih. Maka hukum dibacakan bukan sekedar memberikan pengajaran (informasi) bukan pula sekedar penyadaran, melainkan menghadapkan (konfrontasi) umat Israel pada Allah yang bersabda. Hukum mempunyai peranan istimewa dalam hidup: membangun kegembiraan dan ketenteraman hidup. Hukum seharusnya menolong orang untuk terus menerus menemukan Allah yang hidup, yang menggembirakan, yang mengatur kehidupan sehingga layak dirasakan (lih. 1 Taw 28:9; 2 Taw 15:4.5.15).
Bacaan kedua, menggambarkan keprihatinan terhadap pengembangan hidup jemaat beriman merupakan dorongan bagi Paulus untuk menggali kekayaan gagasan dan pengalaman, agar dengan demikian secara sederhana mampu meyakinan umat. Paulus menunjukkan bahwa peranan-2 yang berbeda-2 dalam Gereja itu sungguh riil dan berarti; merupakan Karisma hidup dalam Gereja. Dalam 1 Kor 12;8-10.12.27-30 Disebut tiga peranan pokok dalam Gereja yaitu rasul mewartakan Sabda ke seluruh dunia, nabi menafsirkan Sabda Allah dalam kehidupan, dan pengajar membimbing jemaat menghayati sabda iman.
Memang masih banyak lagi peranan-peranan lain dalam kehidupan gereja yang tidak disatukan dalam saluran institusi. Tetapi yang lebih penting bukanlah “banyaknya” peranan, melainkan apakah keseluruhan itu merupakan komponen kehidupan Tubuh Kristus Yesus yang hidup? Satu Roh mengilhami semua anggota Gereja untuk berjuang. Dan semua anggota yang didorong oleh Roh itu harus menyehatkan seluruh tubuh.
Akhirnya di Injil Lukas diwartakan nilai pribadi Yesus Kristus itu untuk masa kini. Kutipan dari Yesaya 61:1-2 dipakai sebagai gambaran, bahwa yang sekarang datang merupakan pemenuhan janji itu. Dengan demikian Perjanjian Lama harus dilihat dalam konteks pribadi Yesus Kristus itu. Janji para bangsa itu terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. (Rm. J.Widajaka Pranata, CM)