arrow_back Kembali
Renungan 06 May 2018

KESAKSIAN CINTA KASIH

KESAKSIAN CINTA KASIH

     

Umat beriman sehati sejiwa (Kis. 2,41-47; 4,32-37)
    Penampilan cinta kasih dilukiskan oleh pengarang Kisah Rasul sebagai ciri khas jemaah kristiani, karena di situ perintah baru, yang diberikan Kristus, dihayati secara nyata.
1. Cinta kasih adalah dasar pemersatu, karena cinta kasih sabda, bersama membagi kepunyaan mereka. Kalau dalam karya orang bisa menghargai kerjasama, kalau orang berdoa bersama, hidup bersama saling mengampuni, saling menerima, di situ orang tidak hanya menambah hasil karya, tetapi pengaruh dan kekuatan kesaksian, karena kerukunan dan cinta meningkat tak terhingga sampai “tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka.” Kesaksian cinta lebih kuat dan lebih besar pengaruhnya daripada hasil jerih payah dan kerja. Kerukunan itu menarik, sedang perpecahan menjauhkan. Maka bila orang lebih senang kerja sendiri-sendiri, untuk melihat hasilnya pribadi, orang lupa nilai kerukunan, kesaktian cinta kasih dan kesatuan, yang mendatangkan kegembiraan, menarik orang karena kelompoknya jelas ditunggu Tuhan, . . . . . . . unsur-unsur nyata, yang kurang diperhatikan. 2. Sehati sejiwa menggalang kesaksian dalam banyak kerja, banyak usaha. Orang lebih gampang menunjukkan banyak bangunan, banyak murid, pasien, banyak umat, sampai juga tiadanya waktu karena banyaknya kesibukan, daripada menampilkan satu bagian yang paling utama, yaitu kehidupan sehati sejiwa atas dasar cinta, perintah Yesus yang tetap baru bagi segala masa. Tenggelam dalam kerja masing-masing dapat mengakibatkan menyempitnya perhatian kepada sesama, menutupnya kerja, usaha, hanya untuk kepentingan sendiri saja; menganggap remeh, maka kurang menyediakan waktu untuk pergaulan dengan sesama, melapangkan kesempatan untuk mendengarkan orang lain, membantu orang lain, terbuka untuk kepentingan orang lain. Sikap sehati sejiwa tidak “ekonomis” karena siap selalu mau membagi. Tetapi itulah sikap Kristus Tuhan kita, yang diharapkan dari murid-Nya.
John Tondowidjojo, CM