KEMBALI MENJADI ORANG BIASA
Salah satu godaan orang beriman adalah kembali menjadi orang biasa: melakukan pekerjaan sehari-hari, menggunakan perhitungan manusiawi melulu, membuat perencanaan dan usaha-usaha manusiawi belaka. Itulah yang dilakukan para rasul setelah Yesus wafat. Hidup bersama Yesus membuat mereka melakukan hal-hal yang luarbiasa: mewartakan injil kebaikan Tuhan, menyembuhkan yang sakit, memberi pertolongan dan harapan kepada yang miskin dan berdosa. Semua itu “sudah berlalu” dengan berlalunya Yesus dari hidup mereka. Mereka kembali menjalankan dipimpin oleh Petrus, dan bekerja semalaman … mereka tidak memperoleh apa-apa.
Ketika hari mulai siang mereka kembali kepantai. Sebelum sampai di pantai mereka melihat ada orang di pantai itu yang berteriak menanyakan apakah mereka punya ikan. Mereka menjawab: Tidak. Orang itu kemudian menyuruh mereka menebarkan jala kesebelah kanan perahu, mereka melakukannya dan kesulitan menarik jalanya karena begitu banyaknya ikan. Hal yang luar biasa karena disiang hari, dan di tempat yang relatif dangkal karena sudah dekat pantai mereka mendapat ikan begitu banyak. Murid yang dikasihi Yesus segera sadar dan berseru: “Itu Tuhan”. Petrus segera berenang menghampiri Tuhan. Dan Yesus kembali menjadi “tuan rumah” yang menyelengarakan makan bersama.
Bukankah kita juga seperti para rasul? Ketidak hadiran Yesus membuat kita lupa bahwa hidup kita sudah diubah olehNya, dari penjala ikan (melulu mencari rejeki) menjadi penjala manusia (mewartakan kasih Tuhan). Kita lupa bahwa Tuhanlah yang menyelenggarakan hidup kita, betapapun kita juga harus berusaha. Namun usaha tanpa Tuhan tak akan menghasilkan apa-apa. Kehadiran Yesus menyadarkan bahwa kita ini telah dipilih Tuhan dan disertaiNya, bahwa hidup kita diselenggarakan olehNya. Tuhan Yesus yang bangkit senantiasa hidup dan menyertai kita, walaupun sering tidak kita kenali dalam peristiwa hidup kita. Hanya kalau kita sungguh beriman dan mengasihi Tuhan, kita akan peka terhadap tanda-tanda kehadiranNya: “Itu Tuhan”. Itu terjadi bisa tatkala kita selamat dari kecelakaan, mendapat rejeki di luar perhitungan kita, munculnya wajah baru yang mau aktif di lingkungan kita dll. Percaya bahwa Tuhan sudah bangkit takkan mengubah kita. Hanya bila kita percaya bahwa Dia yang bangkit itu kini selalu menyertai kita, sungguh hidup bersama kita akan membuat kita berani melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa dalam hidup dan pelayanan kita. (sad budi)