KELAHIRAN KEMBALI
Bacaan pertama (Kis10:37-43) merupakan kutipan kotbah misi Petrus diajukan sebagai bukti kebangkitan Kristus bukannya makam yang kosong, melainkan Penampakan Nya dan santap bersama dengan para murid. Kristus hidup! (lih.Kis 10:41). Memang makam kosong tidak berarti bahwa Kristus bangkit, bisa karena dicuri orang!
Bacaan 2 menegaskan ajaran Paulus tentang orientasi yang fundamental bagi hidup Kristen. Bersama dengan Kristus dan menuju kepada Nya dalam kedatangan Nya. Inilah yang merupakan tegangan hidup kristen. Hidup dan bersatu dengan Kristus yang bangkit memang merupakan suatu realitas, tetapi bukan sesuatu yang kelihatan dan secara riil bisa ditentukan hidup ini yang “tersembunyi dalam Allah” (Kol 3:3).
Injil menjelaskan nilai makam kosong. Sangat ditekankan oleh penginjil bahwa orang harus melihat dan percaya (ay 8). Juga para rasul belum mampu memahami semua yang terjadi itu. Kitab Suci belum berbicara bagi mereka. Padahal di sana dinyatakan bahwa Ia yang dicintai Allah harus bangkit dari maut.
Kebangkitan Kristus ditandai dengan kesaksian Maria Magdalena tentang makam yang telah kosong. Ia mengira, bahwa tubuh Yesus diambil orang. Namun, ternyata bukti-bukti fisik yang terdapat dalam makam menunjukkan bahwa jasad Yesus tidak dicuri orang, melainkan Yesus bangkit, yakni kain peluh yang sudah digulung. Pencuri tidak akan repot-repot menggulung kain peluh dengan rapi.
Wafat dan kebangkitan Yesus Kristus tidak bisa dan juga tidak boleh dipisahkan dari penampilan hidup Nya. Hidup, perjuangan, wafat, dan kebangkitan Nya merupakan peristiwa “Injil”, yaitu Kabar Gembira bahwa Allah mencintai, mau membangun hidup manusia ini, juga bila hidup ini ditandai oleh kegagalan-kegagalan. Di dalam hidup Yesus dan juga seharusnya di dalam hidup kita nampak bagaimana “Allah mengurapi dengan Roh Kudus dan kuat kuasa”.
Orang Kristen wajib menjadi saksi kuat kuasa karya Allah ini. pertama-tama dalam pengakuan atas pribadi Yesus Kristus itu sebagai peristiwa yang menentukan hidup kita. Kedua juga dalam perjuangan hidup sendiri. baru di sini kesaksian itu menjadi efektip, karena orang bisa mengalami bahwa perjuangan orang kristen menunjukkan, Yesus Kristus memang pribadi yang penuh arti, harus masuk dalam pertimbangan yang menentukan di dalam hidup seseorang.
Dibangkitkan pada hari ketiga itulah Warta yang tetap berkumandang dalam hidup Gereja. Menurut tradisi alkitabiah bangkit hari ketiga ini merupakan kepenuhan karya Allah membangun dunia serba baru. (lih. Hos 1:2; Yeh 37; 2Mkb 7:9).Kesanggupan Allah itu ternyata dalam hidup Yesus Kristus, yang juga akan dinyatakan dalam diri pengikut Nya.
Kebangkitan itu bukan lagi pertama-tama obyek harapan kita di masa depan, melainkan bersama Yesus Kristus merupakan perjuangan dalam Iman. Sekarang ini di dalam pergumulan melawan kegagalan dan kematian, orang kristen punya kekuatan untuk terus menerus bangkit.
Melalui kebangkitan Kristus telah memberikan kita kelahiran kembali. Tuhan memberi kita kesempatan untuk hidup. Konsekuensi dari Anugerah hidup ini adalah Yesus harus menuju maut. Kita yang seharusnya mati karena berhutang dosa, ditebus oleh Yesus.
Tugas para pengikut Kristus di masa ini ialah memberi kesaksian tentang nilai Iman Kristen ini. Kita mempunyai Tuhan yang kuat, yang menguasai kehidupan dan kematian. Kematian Nya tidaklah sia-sia. Ia mati karena mencintai kita. Dan kini Ia bangkit dengan mulia; membuktikan bahwa cinta Nya mengalahkan segala kejahatan, bahkan maut sekalipun. Semoga dengan perayaan kebangkitan Tuhan, iman kita kepada Alah yang penuh kasih semakin dikuatkan.
Rm J.Widajaka CM