arrow_back Kembali
Renungan 31 August 2017

KEBIJAKSANAAN ALLAH TAMPAK DALAM YESUS KRISTUS

KEBIJAKSANAAN ALLAH TAMPAK DALAM YESUS KRISTUS


 
Bacaan pertama 1 Raj 3-5.7-12 dikutip dari kisah kerajaan tentang Salomo (072-932 SM). Raja Salomo yang muda itu tidak menginginkan keuntungan pribadi dalam tugasnya. Dengan demikian kerajaannya betul-betul merupakan pelayanan bagi umatnya. Ia mendapatkan kebijaksanaan itu, karena mau mendengarkan  sabda Allah. Dengan ini ia mampu menimbang perkara, memahami hukum dengan kejernihan kasih ilahi. Ia bijaksana !
Salomo dilukiskan sebagai tokoh terpilih. Sebagai tokoh terpilih ia harus mengakui bahwa kekuatannya adalah Karunia Allah. Ia dari diri sendiri tidak mampu. Salomo mengakui bahwa tugas menjadi raja bukan tugas mudah. Ini dirasakan sebagai panggilan Allah. Maka ia sadar akan keterbatasannya. Permohonannya demi tugas merupakan tanda kepercayaannya kepada Allah. Ia mau mempertanggungjawabkan tugas itu sebaik mungkin, dalam pengabdian bagi umatnya. Kebijaksanaan sejati muncul dalam kejujuran, dan membuat orang rendah hati, karena Allah sendiri berkarya.
Bacaan Kedua Rom 8:28-30 merupakan bagian terakhir pembicaraan santo Paulus tentang mantapnya harapan kristen. Orang Kristen bisa berharap kepada Allah karena sudah nyata apa yang dilaksanakan bagi manusia. Kasih Nya mempersiapkan kebahagiaan. Maka orang bisa berharap dengan teguh.
Dinamika yang terdapat dalam alam dan manusia merupakan pelaksanaan rencana Allah yang mulia. Bukan kekurangan alam, bukan kelemahan rohani manusia yang mampu melemahkan rencana itu, melainkan kelemahan hati Allah sendiri yang jatuh hati terhadap manusia. Kendati kegagalan manusia, Allah tetap mengarahkan rencana Nya menuju tujuan.
AnakNya yaitu Yesus Kristus diutus menempuh jalan yang nampaknya menuju kegagalan, namun akkhirnya sampai juga pada Kemuliaan. Dengan demikian Anak Nya menunjukkan bagaimana Allah harus dicintai, kendati banyaknya kegagalan. Semua yang mencintai Allah seperti Kristus mencintai Nya, akan sampai pada Kemuliaan sebagai Anugerah.
Allah tahu keputusan seorang dewasa dalam kasih. Ia menampung keputusan kasihnya itu. Dengan demikian “pengetahuan Allah” merupakan kasih yang mengandaikan jawaban yang bertanggung jawab dari manusia.
Injil Matius 14:13-21 melalui perumpamaan menegaskan bahwa Kerajaan Allah perlu diperjuangkan secara utuh dan menyeluruh. Setiap orang, apapun keadaan dan profesinya, dapat ambil bagian dalam Kerajaan Allah dan memilikinya. Karena itu dalam menjelaskan misteri Kerajaan Allah, Yesus memulai dari hal yang sederhana yang mudah kita kenal, yang dibutuhkan, dicari dan yang paling kita idam-idamkan. Bahkan, pilihan dan keputusan kita itu dapat mengubah hidup menjadi jauh lebih baik dan indah, baik saat sekarang di dunia ini, maupun teristimewa nanti diakhirat. Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu seperti harta dan mutiara, pukat dan tuan rumah.
Rm J. Widajaka Pranata CM