KAWANAN KECIL
Yesus menyebut kita murid-muridnya sebagai kawanan kecil. Itulah juga kenyataan kita umat katolik di Indonesia ini. Namun kita tak perlu takut, sebab Bapa justru berkenan memberikan KerajaanNya kepada kita. Memang misteri Kerajaan Allah (Allah meraja) lebih mudah diterima oleh orang-orang kecil (Mat 11:25). Orang orang (yang merasa )besar sibuk membangun kerajaannya sendiri, mereka tak mau Allah meraja dalam hidup mereka. Kalau toh mereka butuh Allah, ya untuk membantu bukan merajai mereka.
Karena itu Yesus meminta kita untuk mengamalkan apa yang kita miliki, agar kita tetap “kecil”, sehingga tak dibelenggu kebesaran kita, yang membuat kita berambisi untuk merajai daripada dirajai Tuhan. Selain itu tentu saja beramal mengasah kasih kita secara nyata. Mudah untuk mendoakan orang yang kesulitan, lebih sulit untuk beramal yang kita punya: harta, waktu, perhatian nyata. Kalau kita berani melepas apa yang kita miliki, yang sebenarnya memang hanya sementara, kita justru akan dibebaskan untuk mengumpulkan harta di surga yang abadi.
Kita juga harus senantiasa menjadari (berjaga) bahwa kita ini punyatuan(Tuhan), merindukan kehadiran Tuhan sewaktu-waktu, kapan saja, dimana saja. Betapa sering kita ini mau menjadi tuan atas hidup kita sendiri, mengabaikan Tuhan dan undangannya dalam ibadat ataupun Ekaristi, sehingga mengabaikan Tuhan dalam bisnis kita, kesibukan kita bekerja, bergaul dan berkeluarga.
Apa yang ada pada kita sebenarnya milik Tuhan, syukur kita diberi kepercayaan mengurusnya, untuk kebutuhan sesama kita. Melupakan hal ini, atau tidak merasakan kehadiran Tuhan membuat kita sewenang-wenang pada sesama, dan hidup seenak kita sendiri, lalai akan tanggungjawab kita kepada keluarga, sekolah, perusahaan. Maka Tuhan yang sewaktu-waktu dating akan menuntut pertanggungjawaban kita.
Dekat dengan Tuhan, menerima KerajaanNya, dipercaya olehNya membuat kita banyak tahu dan berkembang, sekaligus karena itu banyak yang diharapkan Tuhan dari kita. Namun kita tak perlu takut, karena Tuhan yang memberi kita kepercayaan juga sekaligus memberi kita kemampuan dan kekuatan yang cukup. Walaupun kita kawanan kecil, bersama Tuhan kita akan mengembangkan KerajaanNya dalam lingkungan dan masyarakat kita. Kesaksian hidup para kudus yang sudah mendahului kita meneguhkan iman kita. Imanlah yang membuat kita berani membangun dan mengubah hidup kita, bukan hanya menyerah dibentuk oleh keadaan. Iman adalah dasar darisegala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat.(sad budi cm)