KASIH SECARA PERSONAL
'Mengasihi Kristus secara personal' merupakan syarat mutlak bila kita ingin mewujudkan potensi iman kita jadi perbuatan nyata sebagai pengikut Kristus. Karena itu kasih kita kepada Yesus tak mungkin hanya dengan otak, tetapi terutama dengan hati dan keterlibatan pribadi. Persatuan hidup dalam kasih secara personal inilah yang mau dibina Yesus dengan orang yang percaya kepada-Nya dan mengasihi Dia. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu" (Yoh.14:15). Kiranya dapat dipahami mengapa dalam percakapan selama perjamuan akhir Ia berkali-kali menekankan agar para pengikut-Nya mentaati perintah-perintah-Nya, tidak hanya saling mengasihi tetapi juga perintah-perintah yang lain yang mengatur hubungan dengan sesama, dengan lingkungan sekitar, juga hubungan dengan Allah, dengan Kristus dan dengan diri manusia sendiri. Persatuan hidup dalam kasih secara personal ini pada gilirannya menjamin persatuan kita dengan Allah, dengan Bapa di surga. Namun kita sadar bahwa mewujud-nyatakan hal ini tidaklah mudah. Untuk itulah diperlukan bantuan yaitu seorang 'Penolong yang lain', yakni Roh Kudus sebagaimana telah dijanjikan oleh Yesus kepada para murid-Nya (Yoh.14:16).
Roh Kudus inilah yang menguduskan Kristus di dalam hati setiap orang sebagai Tuhan; yang menolong dan menyertai perjuangan hidup kita. Dengan keyakinan akan kasih-Nya yang mengutus Roh Kudus inilah yang membuat kita tidak terlalu khawatir akan produk kejahatan dunia dan manusia yang sering membuat kita agak, atau sedikit, atau kadang-kadang menderita. Karena kita berkeyakinan bahwa kesulitan yang saat ini kita hadapi hanya untuk menguji kualitas iman kita, dan Allah melihat apakah diri kita sudah siap dan pantas menerima hadiah yang lebih besar. Marilah kita terus berupaya mengasihi Yesus secara personal agar potensi iman kita, bersama bimbingan Roh-Nya mampu kita wujud dalam perbuatan nyata.
Saudaraku, apakah Anda merasakan bahwa Allah begitu mencintai Anda, sehingga Anda ingin mencintai Dia sepenuh hati? Sejauh mana Anda menyadari peranan Roh Kudus dalam mewujudkan perbuatan nyata sebagai jawaban atas kasih-Nya? (Hd.)