arrow_back Kembali
Renungan 19 December 2015

"JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU"

 Kata-kata yang diucapkan ini hanya dapat diselami arti dan bobotnya, kalau sekarang dilihat dalam keseluruhan hidup Maria, dari terkandung tak bernoda sampai diangkat ke surga. 1. Tanpa terkandung tak bernoda Maria tak dapat mencapai ketinggian ini. Maria sudah disiapkan oleh Tuhan sendiri, untuk menerima kabar dari Malaikat, yang menentukan keselamatan seluruh dunia. St. Bernardus dalam salah satu khotbahnya menggambarkan seluruh umat manusia menunggu jawaban Santa Maria : “Dan kini harga keselamatan kami ada di tanganmu. Jika engkau setuju, segera akan dibebaskanlah kami. Didalam Sabda Allah yang kekal, kami diciptakan dan kini kami mati. Dengan jawaban singkat darimu, kami akan dapat hidup semua. Dan Maria memberikan jawaban itu, jawaban yang menghubungkan kembali Tuhan dan manusia, surga dan bumi, abad-abad kelam dikuasai dosa, dengan abad-abad terang setelah penebusan. Pengertian dan penangkapan begitu tinggi, dalam, luas, panjang, hanya mungkin pada Maria, yang dari semula tanpa dosa dan bertumbuh dalam rahmat sampai dewasa. 2. Maria meningkat dalam rahmat sampai ia terangkat ke surga.  Kesediaan Maria “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” adalah gamblang, terus terang, terbuka dari awal sampai akhir, tanpa satu titik pun yang membayangi kesediaan tadi. Semua dalam hidup selanjutnya terlaksana sempurna menurut janji kata semua. Manusia biasa berjanji, berprasetia, tetapi kesediaannya tidak bebas dari ikatan-ikatan dosa sebelumnya, yang masih mengganggu, bisa menjerat, dan melumpuhkan kemauan, sampai melawan janji. Maria sebaliknya dalam segala peristiwa, Betlehem, Nazaret, Kalfari, Salib dan Kebangkitan mencapai ketinggian sempurna dalam semua tanggapannya terhadap rahmat dan cinta. Dan dengan kedatangan Roh Kudus, Ratu para Rasul ini bertumbuh semarak sebagai Ibu Gereja, yang setelah purna pengabdiannya di dunia, mendaptkan tempat di sisi Putera, pada akhir hidup diangkat ke surga. (J.V.S. Tondowidjojo, CM)