JADI MAMPU
Zaman baru akan dimulai oleh Tuhan, di mana Hukum tidak lagi akan ada di luar sebagai peraturan, tetapi di dalam sebagai suara hati. Manusia tidak berusaha sendiri, tetapi Roh mengerjakan yang berkenan kepada Tuhan. 1. Dengan kekuatan sendiri manusia tidak berdaya banyak. Umat Israel sepanjang perjalanan dari Mesir, di bawah Musa di bawah perlindungan kemah Yahwe, berulang-ulang menggerutu, memberontak, berbuat jahat sampai menyembah berhala di gunung Sinai. Memang manusia dibahasakan sebagai keras tengkuk, sulit tunduk pada peraturan Tuhan, berhati batu yang menunjukkan kekerasan. Para nabi menghadapi bangsa yang keras kepala : bila dihukum, mereka berteriak minta tolong; begitu ditolong, perbuatan mereka sudah menentang Tuhan minta hukuman. Sampai dalam pengalaman Paulus, di dalam Perjanjian Baru ia mengeluh : “Bukan yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat” (Roma 7,19). 2. Yesus Kristus melepaskan aku dari tubuh maut ini”, pada saat, aku sudah menyerah kalah kepada Tuhan, karena merasa tidak berdaya, dan perbuatanku yang dinilai orang baik, kulihat sebagai pekerjaan penuh cacat-cela. Selama manusia masih sendiri merasa kuat, ia masih buta, ia menipu diri, tidak sadar akan kelemahannya, yang mendasar sebagai makhluk. Kalau ia sudah mulai berseru kepada Tuhan, supaya dibebaskan dari kelemahan dan mendapat jawaban “Cukup kasih karunia-Ku bagimu, justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Kor. 12,9), dan manusia diam menyerah, berusaha dan berdoa dalam sikap rendah hati, dasariah bagi makhluk, di sini ia sampai pada jalan yang benar. Lalu Tuhan akan menulis Taurat di dalam hati orang. Tidak perlu pengajuran oleh sesama. “Akan kuberikan hati yang baru dan roh yang baru” (Yoh. 36,26). Seluruh hidup manusia di zaman baru dikuasai dan digerakkan oleh Tuhan sendiri.
John Tondowidjojo, CM