arrow_back Kembali
Renungan 31 July 2017

IMAN: MERDEKA DARI KETAKUTAN (Mat. 10:26-33)

IMAN: MERDEKA DARI KETAKUTAN (Mat. 10:26-33)



Dalam ajaran-Nya, Yesus tidak hanya berkata, “Janganlah kamu takut” (Mat 10:26,28), tetapi juga berkata, “Takutlah…” (Mat 10:28). Janganlah takut menghadapi para pendengarmu; janganlah takut akan apa yang akan dikatakan orang-orang; janganlah takut bahkan kepada orang-orang yang akan membunuh kamu, kata Yesus. Namun “… takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Mat 10:28), artinya takut kepada Allah.
Pernyataan Yesus ini mengisyaratkan agar kita harus memiliki keprihatinan atas apa yang dipikirkan Allah tentang diri kita. Ingatlah bahwa semakin kita merasa dekat dengan Allah, semakin baiklah kita. Hal tersebut mengubah kita menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Ketika Yesus berkata bahwa kita harus takut kepada Allah, Dia juga mengatakan bahwa kita tidak usah takut kepada Bapa surgawi karena Dia adalah “seorang” Bapa yang sangat mengasihi kita anak-anak-Nya.
Dengan demikian kita harus menarik suatu garis keseimbangan yang baik antara rasa takut dan cinta kasih. Apabila cinta kasih itu nyata, maka jelas hal itu berarti kurangnya hal-hal yang ditakuti: kita tidak merasa takut ketahuan dan tertangkap basah, kita jujur dengan dengan pribadi yang sungguh kita kasihi. Namun kita juga takut: takut untuk menyakiti orang yang kita kasihi, takut untuk menjadi egois atau tidak jujur atau tidak setia. Cinta kasih yang sejati mengandung suatu rasa takut di dalamnya: rasa takut bahwa pada suatu hari saya dapat mengabaikan orang yang sangat saya kasihi.
Akhir kata, kita dapat menyimpulkan dengan mengatakan bahwa memiliki iman berarti kita memiliki cinta kasih yang telah dimerdekakan dari ketakutan; merdeka dari segala macam ketakutan di dalam hidup ini. Sebab, jika kita memiliki ketakutan, bagaimana mungkin kita bisa memiliki sukacita? Bagaimana mungkin kita bisa memiliki damai sejahtera? Namun jika kita sudah dimerdekakan dari ketakutan maka kita bisa memiliki semuanya itu; sukacita dan damai sejahtera.  Berdoalah supaya Allah memberi kita iman yang menyelamatkan. Iman yang melahirkan sukacita dan damai sejahtera bagi semua orang.

Rm. Tetra Vici Anantha, CM