HIDUP INI PILIHAN
Bagaimana hidup kita sekarang tidak lepas dari pilihan pilihan yang kita buat di masa lampau. Kalau anak kita membangun keluarga yang harmonis, adalah pilihan kita di masa lampau untuk mengutamakan relasi kasih yang harmonis dalam keluarga. Kalau anak kita sukses dalam bekerja, namun gagal dalam membangun rumah tangga itu juga karena pilihan kita dulu untuk mendorong dia hanya untuk belajar dan bekerja keras tanpa mempedulikan pembangunan karakternya. Karakter dibangun dari kebiasaan, kebiasaan dibangun dari pilihan-pilihan yang sengaja kita usahakan, kita tanamkan dalam diri kita dan anak-anak kita.
Pilihan dan kebiasaan baik yang membuat hidup kita harmonis, sejahtera dan bahagia telah jelas diberikan Tuhan dalam sabdaNya, lebih-lebih dalam sabdaNya yang menjadi manusia, Tuhan dan Guru kita Yesus Kristus. Masalahnya kita sering memilih untuk lebih mengutamakan kegiatan lain daripada membaca dan merenungkan sabda Tuhan, daripada bergaul dengan Tuhan Yesus. Pilihan kita ini juga berpengaruh dalam pilihan anak-anak kita. Kalau sekolah anak kita memberi banyak tugas dan pelajaran, kita malah senang dan bangga. Tapi kalau Gereja minta ini itu untuk persiapan komuni pertama anak kita, kita marah kenapa Gereja mempersulit anak kita. Kita lebih mendorong anak kita untuk les ini kursus itu daripada ikut pembinaan BIAK dan REKAT. Kita lebih percaya pada hikmat dunia ini, daripada hikmat yang dari Tuhan. Mungkin karena kita anggap hikmat Allah itu urusan nanti, sedang hikmat dunia ini untuk hidup sekarang. Padahal hidup kita sekarang ini adalah persiapan untuk hidup abadi.
Dalam injil Yesus menegaskan pentingnya hukum Taurat. Namun kita bahkan dituntut lebih dari sekedar taat kepada hukum Tuhan. Kita harus memahami dan menghayatinya secara mendalam, tidak hanya tampaknya saja. Tuhan melihat sampai kedalaman hati kita. Mari kita hidup tulus dan jujur, lahir batin. Karena hal ini menunjukkan bahwa kita sungguh bersandar pada Tuhan. Dan hanya dengan demikian kita akan menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan diandalkan. Dengan keras Yesus mengajarkan kita untuk memilih yang terbaik, dan apapun yang membawa kita kedalam dosa harus kita tebas (hindari). Dosa besar diawali dengan dosa kecil. Sebaliknya kebaikan dan kekudusan juga dimulai dengan kebiasaan baik kita setiap hari! Mari kita memilih tindak dan kebiasaan sehari hari dengan hati-hati, agar hanya yang baik, tulus, penuh kasih yang tinggal dalam diri kita, karena Allah adalah kasih. (sad budi)