arrow_back Kembali
Renungan 18 June 2015

HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

Dalam Tahun Liturgi Gereja Katolik sudah dirayakan Hari Raya Natal, Hari Raya Paskah, Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Tritunggal Yang Mahakudus dan Hari Raya Tubuh dan Darah Yesus Kristus. Dan sekarang Gereja Katolik mencurahkan perhatian pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, tidak berhenti sampai disini, namun diperingati pada setiap hari Jumat pertama dalam bulan oleh Gereja Katolik. Devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus, menjadi populer untuk Umat Katolik di seluruh dunia. Sumber-sumber dari Kitab Suci baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Perjanjian Lama : Orang-orang Israel mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah (Kel. 2.23); Tuhan sebagai Gembala yang baik ‘“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mzm. 23,1); Tuhan, Gembala Israel yang baik, melawan gembala-gembala yang jahat (Yeh. 34,11); Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh (Yes. 53,5); Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau (Yes. 49,15); Perjanjian Baru: “Secara khusus Injil Yohanes mengungkapkan betapa besarnya Cinta Kasih Yesus terhadap kita : Lambung Yesus ditikam dengan tombak oleh seorang dari antara prajurit, dan segera mengalir keluar darah dan air (Yoh. 19,34); Yesus Air sumber hidup “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum (Yoh. 7,37-39); Pertobatan Rasul Thomas yang menghadapi penampakan diri Yesus: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yoh. 20,24-29). Dari apa yang dikutip di atas memberikan gambaran tentang manifestasi kasih Tuhan untuk kita. Kehadirannya adalah sumber dan kehidupan sakramental dalam Gereja dan Roh Kudus yang diberikan kepada kita. Inilah tanda bahwa Tuhan mencintai kita. Margaret Maria Alacoque dari Perancis masuk biara Ordo Visitasi di Paray-le-Monial, Perancis dalam tahun 1671 dan pada tg. 6 Nov 1672 ia mengucapkan kaul biara. Ia mendapatkan wahyu tentang Hati Yesus Yang Mahakudus tiga kali. Yang pertama pada tg. 27 Desember 1763 pada pesta St. Yohanes Rasul. Yesus mengatakan bahwa Dia begitu besar kasihnya terhadap manusia, namun kurang mendapatkan balasan”. Wahyu kedua dalam tahun 1674. Ini terjadi ketika Sakramen Mahakudus ditahtakan. Sekali lagi Yesus mengungkapkan tentang begitu besarnya kasih-Nya terhadap manusia, namun ditanggapi dengan dingin. Yesus minta agar pada setiap hari Jumat pertama dalam bulan umat mengadakan silih atas kelalaiannya, ketidaktanggapannya. Wahyu ketiga pada tanggal 16 Juni 1675. Yesus minta agar diadakan pesta untuk memperingati Hati Yesus Yang Mahakudus secara khusus setelah Pesta Sakramen Mahakudus; untuk memberikan silih atas  dosa-dosa kita.

Romo John Tondowidjojo, CM