arrow_back Kembali
Renungan 14 February 2016

HARTA, KEKUASAAN DAN POPULARITAS

HARTA, KEKUASAAN DAN POPULARITAS

Siapa sih yang tidak ingin mengalami peningkatan dalam hidupnya? Peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan, naik jabatan dan pangkat, atau popularitas. Itulah surge bagi sebagian besar orang. Salahkah apabila kita ingin sukses, bertambah kaya atau populer? Tentu saja tidak. Tuhan pun tidak ingin kita menjadi orang-orang yang terus berkekurangan. Tuhan tidak ingin kita menjadi orang-orang gagal melainkan berhasil, sukses dalam pekerjaan, pelayanan dan aspek lainnya dalam hidup, walking from glory to glory. Tetapi sangatlah penting bagi kita untuk memperhatikan betul jalan yang kita tempuh untuk mencapainya, karena ketahuilah bahwa iblis sangat senang bermain-main di area-area ini. Kekayaan, jabatan dan popularitas merupakan tiga hal yang paling potensial bagi iblis untuk menghancurkan kita.
Kita memang tidak kebal terhadap godaan. Selama hidup di dunia ini kita akan terus diperhadapkan pada ujian dan pencobaan karena dunia di mana kita tinggal ini telah dikuasai oleh dosa dan sudah sangat jelas bahwa sifat-sifat dosa itu sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan.  Itulah sebabnya setiap orang yang percaya harus terus berjuang melawan pencobaan dan godaan yang dipanahkan iblis.  Adalah tidak mudah menang melawan pencobaan-pencobaan yang menyerang kita, karena  ”...roh memang penurut, tetapi daging lemah.”  (Matius 26:41).
Sekarang, bagaimana supaya kita bisa menang melawan pencobaan dari iblis?  Cara terbaik adalah harus melekat pada Tuhan dan senantiasa tinggal di dalam Sabda-Nya. Yesus telah meninggalkan teladan yang luar biasa bagaimana melawan pencobaan.  Ketika sedang dicobai iblis, tak henti-hentinya Yesus menggunakan Sabda Allah untuk mematahkan setiap tipu muslihat iblis.  Tiga kali iblis berusaha untuk melemahkan Yesus dengan harapan Dia gagal menggenapi rencana Bapa dalam hidup-Nya. Namun tiga kali pula Yesus membalas serangan iblis itu dengan mengutip SabdaTuhan,  ”Ada tertulis...”  Dan akhirnya Yesus menang. Sabda Allah itu hidup dan berkuasa karena itu adalah perkataan Allah sendiri!  Kekuatan akan Sabda Allah semakin nyata bila kita menghadirkan Sabda Allah itu dengan penuh iman. 
Hidup dalam terang Sabda Allah pada akhirnya akan mengarahkan manusia untuk mau kembali kepada Allah. Inilah dasar untuk bertobat. Hal ini berarti mengundang manusia untuk menyiapkan diri sebagai yang pantas dipersatukan dengan Allah. Manusia diajak melepaskan diri dari segala kelekatannya pada yang duniawi yang terungkapkan dengan puasa dan pantang. Hal-hal duniawi memang masih dibutuhkan namun bukanlah yang pertama-tama dan segala-galanya. Sebab yang pertama-tama dan segala-galanya adalah berpegang teguh pada Sabda Allah dan percaya penuh pada-Nya apapun situasi yang kita hadapi. Dan sikap serta pilihan tegas Yesus yang setia mengikuti kehendak Allah kemanapun Allah mengarahkan Dia, menjadi dasar bagi kita pada saat kita mengalami saat-saat kritis dalam perjalanan iman kita yang memungkinkan kita mempertanyakan kembali kebaikan dan kesetiaan Allah.  (Rm. Tetra Vici Anantha, CM)