HARI MINGGU BIASA XVII Minggu, 29 Juli 2018 ( 2 Raja.4:42-44;Mzm. 145:10-11.15-16.17-18; Ef. 4 : 1-6; Yoh. 6: 1-15 )
Ada seorang katekumen bertanya kepada katekis. Katekumen : “Mengapa orang harus percaya kepada Allah?” Katekis : “Sebab Allah itu maha baik.” Katekumen : “Bagaimana saya tahu bahwa Allah itu maha baik?” Katekis : “Ya harus belajar pada Yesus.” Katekumen : “Lha Yesus itu siapa?” Katekis : “Yesus itu Anak Allah yang hidup. Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan, namun pada hari ke tiga bangkit diantara orang mati dan naik ke surga.” Katekumen : “Kebaikannya Allah di mana?” Katekis : “Lha itu tadi, Allah mengutusnya Anak-Nya yang Tunggal, Putera Bapa, untuk menyelamatkan manusia.” Katekumen : “Baiklah, namun apa yang diajarkan oleh Yesus.” Katekis : “Yesus mengajarkan dan memberikan teladan kebaikan dan akan membawa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal bersama Allah Bapa. Jadi singkatnya, Yesus akan membawa kita berjumpa dengan Allah. Dan setiap orang yang berjumpa pada Allah, ia akan melakukan segala yang difirmankan kepada kita supaya kitapun menjadi baik.”
Bapak Ibu dan saudara sekalian, dalam bacaan-bacaan hari ini, kita diajak untuk memuji- muji Allah, bersyukur kepada-Nya dan memuliakan-Nya, dengan melakukan apa yang dikehendaki Allah Bapa pada kita.
Dalam pemazmur ini kita dapat belajar bahwa Allah sungguh baik dan berkenan pada setiap orang yang berseru kepada-Nya.
Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan (Mzm.145:15-16.18) Demikian juga dalam kitab Raja Raja dengan jelas melalui Nabi Elisa Tuhan bersabda :“Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong.” Lalu berkatalah Elisa: “Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan.” ( 2 Raja 4 : 42 ).
Kebaikan Allah juga tercermin dari nasehat Paulus kepada kita :”Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” ( Ef.4: 2-3 )
Juga dibuat Yesus ketika para pendengar itu kelaparan, Yesus bertindak : Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki ( Yoh.6:10-11)
Nah sekarang kita tahu bahwa Yesus juga memberi mereka makan. Berarti Yesus sungguh baik. Tetapi sebagai orang yang beriman kepada Yesus, tidak cukup berhenti sampai disini. Kita juga harus memberi makan kepada sesama. Mencontoh, Tuhan Yesus berbuat kebaikan dan memberikan teladan kebaikan ditengah tengah masyarakat sebagai utusan-Nya. Diutus kemana ? Diutus ditengah tengah masyarakat untuk berani berkorban dan berani menjadi teladan kebaikan karena kita telah disatukan dengan kebaikan Allah. Semoga. -th-