HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
Yesus menghidupkan mata orang buta tanpa diminta. Penyembuhan kali ini terjadi lewat tindakan meramu lumpur dengan ludah dan persyaratan mandi di sebuah kolam. Semua peristiwa ini terjadi pada hari Sabat. Ketika diminta menjelaskan bagaimana ia jadi bisa melihat, orang itu memang tahu apa yang terjadi tapi belum kenal siapa penolongnya tadi. Kemudian ketika bertemu dan berbicara dengan Yesus sendiri, barulah ia mengenali siapa sebenarnya dia.
Pengakuan dan sikap orang buta yang sudah sembuh menjadi cermin untuk mengimani kekuasaan Yesus di dalam hidup kita. Namun untuk memperoleh iman seperti orang buta tersebut, diperlukan suatu kondisi, yaitu seseorang harus menyadari bahwa dia adalah seorang yang buta. Ini yang tidak mudah karena banyak diantara kita yang merasa baik-baik saja. Hidup kita berjalan ”biasa-biasa” saja. Kita juga bukanlah pendosa besar yang perlu disembuhkan oleh Yesus. Inilah yang kerap kita katakan, baik sadar maupun tidak. Dalam situasi demikian, sesungguhnya kita mengalami kebutaan rohani, di mana hati dan iman kita tidak mampu melihat Yesus.
Iman seperti orang buta hanya dapat dicapai ketika seseorang menyadari dengan segala kerendahan hati bahwa dirinya adalah seorang yang berdosa. Kerendahan hati membuat rahmat Tuhan mengalir secara bebas dalam kehidupan seseorang, sehingga pada akhirnya rahmat Tuhan ini menuntun orang tersebut kepada keselamatan. Orang yang tidak menyadari keberdosaannya adalah sama dengan orang yang buta namun tidak menyadari kebutaannya; seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang Farisi. Kenyataan ini sungguh tragis dan merupakan pernyataan kesombongan mereka. Kesombongan inilah yang menjadi penghalang bagi rahmat Tuhan untuk mengubah kehidupan mereka. Oleh karena itu, hidup mereka akan terus berada di dalam kegelapan.
Akhirnya, hanya lewat semangat kerendahan hatilah, seseorang yang berada dalam kegelapan dapat melihat terang. Dan orang yang berada dalam terang tidak akan terjatuh dalam kegelapan serta semakin memancarkan terang Kristus. Maka, marilah kita semua memegang teguh apa yang Yesus katakan “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12). (Rm. Tetra Vici Anantha, CM)