FOKUS PADA PERKARA ALLAH
Yesus dikagumi karena Ia mengajar tidak seperti orang Farisi. Orang Farisi tahu banyak, tetapi tidak pernah menghayati apa yang diketahui. Yesus menghayati apa yang Ia ajarkan dan tetap fokus pada perkara-perkara Bapa yakni mewartakan Kerajaan Allah dengan penuh kuasa dan wibawa. Maka, marilah ditengah kehidupan kita di jaman modern ini, kita tetap berupaya mewartakan kehendak Bapa dengan hati jernih tetap fokus pada perkara Allah. Semoga hari-hari yang kita lalui diliputi damai-Nya karena Allah berkenan.
'Wartakan kehendak Allah!' Sebagai pengikut Yesus yang sejati, memang tidak boleh tinggal diam, sebab suka atau tidak, harus tetap menyuarakan kehendak Allah, yang pada umumnya tidak menyenangkan manusia yang bandel dan degil hatinya. Oleh karena itu menurut Paulus kita harus selalu "memusatkan perhatian kita pada perkara Tuhan...supaya Tuhan berkenan"(1 Kor.7: 32.34). Fokus pada perkara Tuhan membuat kita lebih tegar, ulet, berani dan tegas dalam menghadapi tawaran dunia yang dapat menyesatkan. Memang kita bukan Yesus yang tampil penuh kuasa dan wibawa, ketika meng-usir setan, hingga orang-orang Yahudi kagum dan berkomentar: "Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya!" (Markus 1:27). Minimal, kita harus berani memberi kesaksian dari dalam batin yang jernih, dengan tidak selalu menuruti kecenderungan-kecenderungan yang bertentangan dengan kehendak-Nya, agar kita lebih fokus pada perkara Tuhan. Inilah proses yang harus kita lakukan setiap hari.
Sejalan dengan perkembangan zaman, setan-setan modern nampaknya bekerja lebih lihai dan memasuki setiap dimensi kehidupan manusia; memanfaatkan setiap peluang kelemahan manusia. Setan-setan dapat merasuki manusia kapan saja dan di mana saja, bisa lewat televisi, internet, di pusat-pusat hiburan, di cafe-cafe, bahkan di gereja-gereja dalam bentuk nabi-nabi palsu yang pandai mengkomersilkan Allah demi keuntungan pribadi. Mereka bekerja sangat profesional dalam menyerbu, menjarah dan merampas hati orang-orang modern dan lalu mengisi jiwa mereka dengan hal-hal duniawi. Akibatnya banyak orang modern menjadi sekular, tak peduli lagi pada agama dan ajaran moral, tak mampu lagi berugahari, dan kurang mau menderita, mau enak, praktis dan menyenangkan. Nah, dalam situasi seperti ini kita semua membutuhkan pertobatan batin dengan menyadari bahwa "Gereja", kita ini sebagai pengikut Yesus adalah nabi baru bagi dunia. Dengan demikian Gereja harus tetap kritis terhadap dunia dan tidak boleh diam. Gereja harus mewartakan Yesus, menghadirkan Yesus di dunia, supaya Yesus dapat meng-usir setan-setan yang bandel di jaman modern ini.
Saudaraku, inilah tugas kenabian Anda. Apakah Anda bersedia menjalankan tugas kenabian ini di tengah dunia Anda sendiri? (Hd.)