arrow_back Kembali
Ruang Katekese 18 June 2015

EKARISTI DAN MISI

Pada umumnya Ekaristi itu merupakan kegiatan yang dilaksanakan di dalam gedung gereja. Sementara itu Misi dilaksanakan di luar gedung gereja. Nah, bagaimana kegiatan di dalam dan di luar itu bisa disatukan? Dan apa hubungan antara misteri Ekaristi dan misteri Gereja?

Paus Yohanes Paulus II menulis: "Seluruh umat Allah, pada setiap saat dalam ziarah sepanjang sejarah hidupnya, dipanggil untuk turut merasa-kan 'Dahaga Penebus' (Yoh. 19:28). Dahaga untuk menyelamatkan jiwa-jiwa sungguh dirasakan oleh Santa Theresia Lisieux, Pelindung Misi."

Dahaga Allah yang berbelas kasih, mengetuk hati dan meminta kita untuk membiarkan belas kasih-Nya mengalir melalui hati kita kepada hati saudara dan saudari kita yang hidup menderita dalam kelaparan dan kehausan; dalam kedinginan dan kegelapan; dalam keputus-asaan dan dilupakan oleh semua orang.

Namun Allah tidak akan memaksakan diri pada manusia, sebab Allah menghormati kehendak bebas manusia. Manusia harus membuka hati kepada Allah jika menghendaki Allah masuk ke dalam hatinya. Nah, bagaimana manusia mengundang Allah untuk masuk ke dalam hatinya jika mereka tidak mengenal Allah? Itulah sebabnya, Allah memerlukan kita, memanggil kita menjadi utusan yang membawakan terang, cinta, belas kasihNya kepada mereka; mereka akan mengenali-Nya dan menyambut-Nya dalam hidup mereka     sebab Allah adalah terang hidup manusia     Dalam Allah terletak kebahagiaan sejati manusia. Tanpa Allah, manusia hidup dalam kegelapan, kesedihan dan kesepian.

Agar kita dapat terus menerus mewujudkan hidup cinta kasih dalam tugas perutusan ini, kita memerlukan hidup doa yang mendalam dan persatuan dengan Allah dalam keheningan, bermeditasi dan menimba kekuatan dalam kurban Ekaristi, Sakramen iman Gereja peziarah. Santapan jiwa yang mengaruniakan Kehidupan Ilahi, bagi kita. Inilah sakramen yang paling mendasar serta penuh misteri dan kita menerimanya dengan sepenuh hati. Kita hidup dalam kenangan yang paling mendalam yakni -kenangan akan wafat dan kebangkitan Kristus.- Dengan kekuatan misteri Ekaristi ini, kita akan memiliki kemampuan mengekspresikan kelembutan dan kerahiman Allah sendiri yang mengalir belimpah-limpah melalui hati kita kepada hati saudara dan saudari kita kita yang menderita dan hidup dalam kegelapan dan kepedihan dan dengan demikian mendatangkan kepada mereka hidup, harapan, kedamaian, cinta kasih dan kegembiraan baru.

Saudaraku, marilah kita terus menerus membina sikap hidup doa kita lewat Ekaristi agar kita tetap memiliki  kemampuan dan semangat dalam mewujudkan kegiatan-kegiatan misi di tengah masyarakat dunia yang sungguh dahaga akan sentuhan cinta yang tulus, yang berasal dari kodrat misioner Gereja secara intrinsik. (Hd.)