arrow_back Kembali
Ruang Katekese 10 April 2018

E N S I K L I K - "DEUS CARITAS EST" -

E N S I K L I K  - "DEUS CARITAS EST" -

Pada tanggal 25 Desember 2005, Paus Benedictus XVI mengeluarkan Surat Gembala (=Ensiklik=) yang pertama, berjudul "Deus Caritas est"  ("Allah  adalah kasih" ). Berikut ini beberapa kutipan."Allah adalah kasih; dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yoh. 4:16)
Kata yang diambil dari Surat Pertama Yohanes ini mengungkapkan dengan sangat jelas pusat iman kristiani: gambaran kristiani tentang Allah dan sekaligus sebagai kesimpulannya, gambaran tentang manusia dan perjalanannya. Di samping itu, dalam ayat yang sama Yohanes mempersembahkan kepada kita rumusan ringkas hakikat hidup kristiani, kalau dapat dikatakan demikian: "Kita telah menemukan kasih Allah terhadap kita dan kita mempercayai kasih itu"
Dalam masyarakat dunia masa kini, kadang-kadang nama Allah dihubungkan dengan balas dendam, malah dengan kewajiban untuk membenci dan untuk melaku-kan tindakan kekerasan. Maka amanat yang disampaikan dalam surat ini, yaitu amanat tentang kasih, sangat aktual dan mempunyai makna yang sangat relevan. Karena itu dalam Ensiklik yang berbicara tentang kasih yang dicurahkan Allah kepada kita secara berlimpah ini harus kita pancarkan kepada orang-orang lain.
Kasih kepada sesama yang berakar pada kasih Allah pertama-tama merupakan tugas masing-masing umat; tetapi juga merupakan tugas seluruh komunitas gerejawi, dan ini berlaku untuk setiap tingkatan komunitas gerejawi: pada tingkat komunitas lokal sampai Gereja universal. Juga Gereja sebagai komunitas harus melaksanakan kasih itu. Karena itu kasih membutuhkan organisasi, sebagai sarana untuk pelayanan komuniter yang teratur.
Saudaraku, hanya berkat persatuan yang semakin mesra dengan Allah, kita semakin dipenuhi oleh-Nya. Melalui jalan ini kita minum pada sumber kasih Allah dan kita sendiri dapat menjadi: "sumber yang memancarkan aliran-aliran air hidup"  (Yoh. 7:38).