CINTA KRISTIANI SEJATI
Dalam bacaan pertama Ul 30:10-14, Musa menekankan di sini agar jemaat secara merdeka memilih jalan mereka menuju yang jahat ataukah menuju yang membahagiakan. Untuk menggairahkan pilihan itu Musa mengingatkan bahwa Allah sendiri menuntut sesuai dengan kesucian Nya. Allah adalah Mahabaik, dekat dengan umat Nya, maka juga menjadikan umat kesayangan Nya. Allah dekat baik dalam hati maupun perjuangan hidup seluruh jemaat.
Dalam bacaan kedua Kol 1:15-20,Paulus menekankan peranan Kristus sebagai yang dipersatukan surga dan bumi. Kristus yang dibangkitkan Allah dari kuasa maut adalah Kepala Jemaat yang percaya kepada Nya. Berkat kebangkitan Nya Kristus ditetapkan sebagai buah ciptaan yang agung. Dengan demikian Kristus merupakan yang dipertuan baik oleh dunia ciptaan maupun oleh jemaat beriman. Kristus inilah menjadi Pola hidup baru, yang diperbaharui oleh Allah.
Bacaan Kolose 1:15-20 dapat dilihat dalam dua bagian: yaitu ayat 15-17 menekankan kedudukan Kristus sebagai penguasa dunia ciptaan dan ayat 18-20 sebagai penguasa dunia yang diciptakan secara baru. Bagian ini kiranya dalam lingkungan Gereja Rasuli termasuk dalam lingkup, upacara pembaptisan. Di sana orang diajak mengakui Kristus sebagai yang berkuasa atas hidup ini. Kuasa Kristus itu bukan sekedar fantasi (khayalan), melainkan sungguh esensial bagi hidup manusia. Karena manusia yang pertama (Adam) gagal memenuhi rencana Allah, Allah sendiri membuka jalan baru lewat usaha Yesus Kristus Anak Nya. Jalan inilah yang harus ditempuh orang Kristen.
Kutipan Injil Suci Luk 10:25-37 perkenalan denganYesus dengan AhliTaurat mengubah cara hidup dan berpikir baru. Hidup dan pikiran Allah lah yang harus kita wujudkan. Ternyata Mengikuti Kristus bukan perkara batin saja. Cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama tidak boleh dipisah-pisahkan. Inilah kiranya pokok perumpamaan ini. Cinta yang sungguh-2 terbuka, jangan cinta yang memperalat sesama agar “dirinya sendiri” lebih suci. Cinta yang berpaling kepada yang menderita agar terkumpullah “pahala-pahala di surga” lebih menyerupai egoisme daripada cinta Kristus.
Cinta kristiani melihat dengan mata baru, karena di dalam orang yang menderita Kristus sendiri memanggil kita : “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya utk Aku” Mat 25:40. Cinta kristiani ingin mencegah agar mereka yang kekuragan jangan merasa ditinggalkan Allah. Cinta Kristiani berarti turut berusaha bersama dengan Kristus agar mereka yang “sejalan” dengan kita menemukan Kebahagiaan di sini dan kelak.
J. Widajaka Pranata, CM