CINTA dan AKSI
Para pembaca yang budiman, dalam sebuah kisah, diceritakan seorang suami memiliki persoalan yang sulit. Persoalan tersebut tidak jauh dari urusan ekonomi keluarga. Pada saat itu pria ini dipanggil oleh bos perusahan tempat ia bekerja. Dalam pertemuan tersebut, ia mendapatkan berita yang sama sekali tidak ia inginkan. Berita tersebut ialah berita kepindahannya ke anak perusahaan yang berada jauh dari kota.
Berita ini tentu tidak membuat ia bahagia, mengapa? Karena ia harus jauh dari keluarga yang dicintainya dan tempat ia akan diletakkan adalah tempat yang masih jauh dari kata sejahtera dari segi sarana dan prasarana. Alhasil ketika ia tiba di tempat baru, ia menjadi seorang pekerja yang sama sekali tidak bersahabat. Ketika ada teman yang ingin berkenalan atau sekedar berbicara dengannya, ia kerap menghindar. Bahkan pada suatu ketika ia memukul salah satu office boy (OB) karena menumpahkan kopi pada baju kerjanya. Selain memukul ia bahkan merendahkan OB tersebut. Hingga pada suatu ketika ia jatuh sakit dan tidak ada satu orang pun di kantornya yang simpati padanya kecuali satu orang. Orang yang tidak lain adalah orang yang ia pukul dan rendahkan, yaitu sang OB.
Cerita di atas mungkin bukan cerita yang asing bagi anda semua, mengapa? Karena mungkin anda pernah membaca, melihat atau bahkan mengalami hal yang sama. Bacaan-bacaan pada Mingu ini juga bukan bacaan yang pertama kali kita dengar bahkan sudah sering kita kutip, khususnya injil pada ayat 30-31 “kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. tidak ada perintah yang lebih utama daripada kedua perintah ini.”
Namun yang tidak asing dan kerap diulang inilah hal yang penting dan tidak boleh dilupakan. Sepintas bacaan-bacaan Minggu ini hanya sebatas hukum. Hukum yang harus ditaati. Namun percayalah hal ini lebih dari itu. Bacaan-bacaan pada Minggu ini hendak mengajarkan kepada kita sebuah nilai tentang CINTA dan AKSI.
Nilai cinta dapat kita lihat dari hukum yang pertama, dimana kita diminta untuk menghasihi Allah dengan segenap hati,jiwa, akal budi dan kekuatanmu. Maksudnya ialah kita diminta untuk mencintai dengan seluruh diri kita tanpa terkecuali. Kita diminta untuk memberikan cinta kita sehabis-habisnya pada Dia yang tidak lain adalah sumber cinta itu sendiri. Sumber cinta yang mengalirkan cinta tiada batas hingga hidup manusia. Oleh sebab itu kita diminta untuk mengarahkan cinta itu kembali kepada Allah.
Bagaimana caranya? yaitu dengan hukum yang kedua. Hukum yang meminta kita untuk mengasihi sesama kita manusia. Sesama kita yang tidak lain juga merupakan gambar dan citra Allah. Oleh sebab itu bacaan-bacaan Minggu ini hendak mengajarkan kepada kita tentang CINTA dan AKSI yang terwujud dalam cinta dan aksi kita kepada sesama yang membutuhkan. Sebagaimana OB dalam kisah di atas tahu akan cinta Allah dan mengaksikannya bahkan kepada ia yang pernah memukul dan mempermalukannya. Pertanyaannya ialah “sudahkah anda sadar akan cinta Allah?” Sudahkah anda membagikan cinta tersebut kepada orang lain bahkan orang lain yang pernah menyakitimu?” Tuhan Memberkati. (AP)