BERJUANGLAH UNTUK BERSAKSI
'Maaf, saya lebih suka melihat yang positif!' tegas seorang pemuda ketika semua temannya menyoroti si 'A' hanya dari segi kekurangannya saja karena takut dianggap tidak kompak. Sikap pemuda yang berani, jujur, terbuka, apa adanya dan dengan penuh rendah hati mengakui dirinya berbeda inilah sikap yang juga dimiliki Yohanes Pembaptis dalam menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. Yohanes Pembaptis meskipun sebagai seorang pengkotbah yang ulung dan banyak menarik orang, ia tetap tidak mau menggunakan nama besar orang lain demi kepentingannya sendiri. Kalau pun dia mau mengatakan dirinya sebagai Mesias, atau nabi besar, atau Yesaya, banyak orang akan percaya. Tetapi dia tidak mau mengaku-aku seperti itu. Malah dengan tegas ia menjawab, "Aku bukan nabi, aku bukan Mesias, aku bukan Yesaya. Aku hanyalah suara yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya" (lih.Yoh.1:19-23) Ia dengan penuh kerendahan hati menunjukkan kepada banyak orang siapa sang Mesias sebenarnya. Bahkan ia dengan gembira menyuruh murid-muridnya meninggalkan dia untuk mengikuti Yesus, sang Mesias yang akan datang. "Biarlah aku menjadi kecil, asal Dia menjadi besar", itulah semboyan hidupnya.
Bila di masa adven ini kita mempersiapkan diri untuk menerima Tuhan dalam hidup kita maupun di hari natal nanti, maka dari kita dibutuhkan sikap hati yang jujur, terbuka, rendah hati, dan berani menerima diri dan orang lain seperti apa adanya, seperti sikap Yohanes Pembaptis. Dengan demikian kita menyediakan hati bagi Tuhan untuk berkarya, mencinta dan berkomunikasi secara pribadi, dari hati ke hati, tanpa polesan. Hidup kita siap dibimbing, diarahkan ke hidup penuh harapan dan kegembiraan.
Saudaraku, apakah di masa adven ini Anda sungguh menyiapkan hati yang terbuka bagi Tuhan yang selalu menyapa, mencintai dan tinggal bersama Anda? Sejauh mana Anda telah mempersiapkan diri untuk menerima Tuhan yang mau datang ke dalam hidup Anda? Dan apa yang perlu Anda perjuangkan agar sikap Anda dapat membantu kehadiran Tuhan di tengah keluarga, sesama dan masyarakat? Berjuanglah untuk bersaksi! (Hd.)