BELAJAR DARI YESUS
BELAJAR DARI YESUS
"Kesederhanaan dan kelembutan hati" merupakan karunia yang diberikan kepada orang-orang terpilih. Dan Yesus bersyukur kepada Bapa-Nya karena mewahyukan karunia ini kepada orang kecil dan sederhana, dan bukan kepada orang bijak dan pandai yang hanya memegahkan dan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Orang bijak dan pandai yang dimaksud lebih menunjuk kepada kaum Farisi dan ahli Taurat yang terang-terangan menolak dan tidak membutuhkan Yesus; karena mereka merasa lebih tahu dan dapat menemukan sendiri keselamatannya tanpa Yesus dan tanpa pewartaan-Nya. Sedangkan kepada orang kecil dan sederhana yang membuka hati dan budinya, yang dimaksud lebih menunjuk kepada para murid dan para pengikut-Nya; Yesus mengatakan bahwa tak ada yang mengenal Anak selain Bapa dan tak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang-orang yang mendapat karunia pengenalan itu dari Anak. (Mat.11:27)
Dari sebab itu, Yesus sendiri mengundang semua orang yang letih lesu dan berbeban berat agar datang dan belajar dari pada-Nya. Undangan ini ditawarkan supaya kita mengenal Dia dengan lebih baik dan belajar pada Yesus, bagaimana menjalin hubungan yang mesra dengan Bapa-Nya; dengan demikian kita akan tahu bahwa Dia lemah lembut dan rendah hati. Dia juga mengajarkan bahwa kita harus menggantungkan seluruh hidup kita dalam persatuan dengan Bapa. Hanya hidup dalam persatuan dengan Bapa, kita akan mendapatkan ketenangan dan memberikan kelegaan. Sebab Dia tahu bahwa kita hidup dengan banyak beban dan menjadi letih dengan macam macam persoalan hidup ini. Namun, undangan Yesus ini bukan berarti Dia ingin membebaskan beban hidup yang harus kita pikul, tetapi membantu meringankan karena Dia turut memikulnya: "Sebab enaklah kuk yang Kupasang dan ringanlah bebanKu" (Mat. 11:30). Dengan demikian undangan Yesus ini tidak lagi dilihat dan dimengerti sebagai tuntutan tapi tuntunan hidup dalam persatuan dengan Bapa.
Saudaraku, sejauh mana Anda berani belajar sabar, rendah hati, dan lembah lembut daripada-Nya; berani 'sehati' dan 'sepikir', melatih diri baik lahir maupun batin dengan mencontohi Yesus sendiri, yang akan memberdayakan hidup Anda dari dalam? (Hd.)