arrow_back Kembali
Renungan 09 August 2015

"...AKULAH ROTI HIDUP YANG TELAH TURUN DARI SURGA..."

Iman kita mengajarkan bahwa pemberian diri Yesus untuk hidup dunia itu terwujud secara nyata baik dalam peristiwa salib maupun perjamuan malam terakhir. Melalui kedua peristiwa tersebut,  Yesus menunjukkan kepada kita pemberian diri seutuhnya: Tubuh dan Darah-Nya, jiwa dan ke-Allahan-Nya untuk dikorbankan demi karya keselamatan Allah bagi dunia. Dengan kurban-Nya itulah dosa-dosa manusia ditebus-Nya dan hubungan manusia dengan Allah dipulihkan. Lewat pengurbanan diri yang tulus, Yesus ingin menegaskan pula bahwa hanya ada satu-satunya jalan menuju kehidupan yaitu melalui diri-Nya.

Dari sebab itu, berangkat dari pernyataan-Nya bahwa Ia adalah Roti Hidup yang telah turun dari surga, kita diingatkan bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak akan mati, melainkan akan memiliki kehidupan sampai selama-lamanya. Apa yang bisa kita simpulkan dari ungkapan-Nya tersebut?

Pertama, mengakui dan menerima dengan penuh keyakinan akan Yesus Kristus sebagai berkat dan tanda yang hidup dari Allah yang tidak tampak itu. Iman semacam ini akan membuat kita percaya bahwa relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus akan membawa serta membimbing kita untuk bisa memahami kehendak serta kebijaksanaan Ilahi. Kepercayaan inilah yang pada akhirnya nanti akan membuat kita tidak melulu berpikir dalam alam ke-manusiaan kita saja, melainkan juga bisa membuat kita berpikir dalam cara pandang Allah.

Kedua, berpikir dalam cara pandang Allah dan diterangi oleh Roh Allah sendiri hanya bisa dibangun dalam diri seseorang yang berani dengan tekun merefleksikan dan membatinkan kehendak Allah dalam setiap pengalaman hidup hariannya. Hal ini berarti mengajak kita untuk berani mundur sejenak dari rutinitas hidup sehari-hari dan masuk dalam dialog pribadi dengan Tuhan lewat hidup doa yang mendalam maupun refleksi diri secara rutin.

Ketiga, buah dari hidup dalam kerangka berpikir seperti Allah melalui iman dan relasi yang mendalam dengan Yesus sendiri pada akhirnya akan membuat kita tergerak untuk meninggalkan manusia lama yang sarat dengan dengki dan amarah serta kebohongan, dan mengenakan manusia baru yang suka memaafkan dan bertindak jujur.

Pada akhirnya, Rahmat Allah disediakan bagi setiap orang yang mau mendengarkan ajaran Yesus dan mau bertobat, namun setiap manusia memiliki hak dan kebebasan untuk menerima dan percaya atau sebaliknya. Semoga iman akan Yesus Roti Kehidupan dari Surga, semakin dicintai dan dicari oleh mereka yang mendambakan hidup. (Rm. Tetra, CM)