AJAKAN
Ada dua ajakan dasar pada HR Tritunggal, yakni:
1. Terimalah dalam iman:
Gereja mengimani bahwa Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: “Tritunggal yang sehakikat” Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: “Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat”. “Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi”. Tuhan itu Maha Sempurna dan Mahabesar, sedangkan manusia itu kecil dan sangat terbatas, baik panca indera maupun pikirannya. Berangkat dari pernyataan inilah, manusia dengan segala keterbatasannya sangat sulit untuk mengerti misteri Allah yang sesungguhnya kecuali dalam mata iman.
2. Tanggalkanlah kegelapan:
Dalam Katekismus 234, dikatakan bahwa: “Misteri Tritunggal adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen.” Disinilah bisa dikatakan bahwa merayakan Tritunggal berarti merayakan dan menyatakan misteri kasih Allah yang Esa demi keselamatan kita: Karya keselamatan yang direncanakan oleh Allah Bapa dilaksanakan oleh Allah Putera dan diteruskan oleh Allah Roh Kudus. Ketiga pribadi Tritunggal mewahyukan Diri masing-masing dalam tugas yang dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan karena ketiganya merupakan satu-kesatuan yang sempurna sehingga keesaan Allah tidak berubah. Karena Allah telah begitu baik maka kita juga diajak untuk hidup secara kudus dan menanggalkan kegelapan, seperti kata-kata Paulus: “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang!”